Was-was terjadi Insiden Lagi, Pedagang Minta Bangunan Pasar Darurat Dievaluasi

BOSTHOMSON, KENDAL – Usai Insiden robohnya Pasar Darurat Weleri I pada pertengahan September lalu, para pedagang meminta pembangunan Pasar Weleri Sementara tersebut di evaluasi kembali agar tidak terjadi insiden pasar roboh kembali sehingga membahayakan keselamatan jiwa.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Weleri, Suwarno mengungkapkan dengan adanya kejadian roboh bangunan los lapak akibat diterpa angin menjadikan pedagang ragu untuk menempati pasar darurat yang dibangung di area Terminal Bahurekso Desa Jenarsari Kecamatan Gemuh.

“Jadi para pedagang ini merasa takut dan was-was. Takutnya nanti sudah ditempati, pasar roboh lagi,” kata Suwarno, Selasa (28/9/2021).

Menurut Warno Pasar Darurat sebelumnya telah direncakan akan ditempati pada akhir September ini, namun karena adanya hujan disertai angin kencang mengakibatkan bangunan roboh.

“Untung belum kami tempati, dari kejadian itu, satu sisi pedagang minta supaya pasar darurat bisa ditempati. Tapi disisi lain pedagang tidak mau nantinya terjadi insiden yang dapat menyebabkan kecelakaan,” ungkapnya.

Warno mewakili para pedagang Pasar Weleri meminta Pemerintah untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap hasil bangunan Pasar Darurat. Jangan sampai nanti sudah ditempati terjadi insiden yang tidak diinginkan.

“Kualitas bangunan, dalam hal ini kekuatan los pasar yang dibangun harus terukur. Sebab para pedagang nantinya akan lama menempati pasar darurat tersebut. Sampai Pasar Weleri yang hangus terbakar November 2020 lalu dibangun kembali,” tuturnya.

Kepala Inspektorat Kendal, Sugeng Prayitno secara terpisah mengatakan jika hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Auditor Inspektorat Kendal telah selesai.

“Hari (kemarin, Red) ini, kami evaluasi dan selesai. Hasilnya akan kami serahkan kepada pimpinan yakni Bupati Kendal,” ujarnya

Perihal hasil dan rekomendasi dari Inspektorat seperti apa, pihaknya mengaku tidak berani mempublikasikan.

“Biar nanti pimpinan (Bupati Kendal, Red) yang akan memberikan statemen,” kata Sugeng.

Sebelumnya Pasar Weleri Sementara I yang hampir selesai dibangun dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar roboh akibat hujan disertai angin kencang pada pertengahan September lalu.(Win).