Warga Pucangrejo Gemuh Jadi Sasaran Vaksinasi Binda Jateng

BOSTHOMSON, KENDAL – Dalam rangka mendukung percepatan cakupan vaksinsi Covid–19 di Provinsi Jawa Tengah, Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jateng (Binda Jateng) gelar vaksinasi bagi masyarakat di Kabupaten Kendal.

Seperti kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan di Balaidesa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Rabu (23/3/2022).

Kabinda Jateng, Brigjen TNI Sondi Siswanto mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya Binda Jawa Tengah mempercepat capaian vaksinasi di derah-daerah.

Menurutnya, ada 24 titik pelayanan vaksinasi yang dilaksanakan Binda Jawa Tengah guna mempercepat cakupan vaksinasi di Provinsi Jawa Tengah.

Brigjen TNI Sondi juga memaparkan, vaksinasi digelar di dua kota dan 22 Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, dengan target yang dilakukan sebanyak 30.000 dosis vaksinasi.

“Yakni Kota Magelang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Wonosobo, Banyumas, Grobogan, Magelang, Rembang, Kebumen, Purbalingga, Temanggung, Demak, Banjarnegara, Karanganyar, Brebes, Boyolali, Cilacap, Kudus, Purworejo, Blora, Pekalongan, Pemalang, Jepara,dan Sukoharjo dengan target yang dilakukan sebanyak 30.000 dosis vaksinasi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pucangrejo, Agus Riyanto  mengatakan, pencapaian vaksinasi di desanya termasuk yang tertinggi di Kecamatan Gemuh. Meski begitu, pihaknya akan terus memberikan sosialisasi menjadi faktor utama pelaksanaan vaksin hampir tuntas.

“Dari data yang ada, untuk dosis pertama sudah hampir 100 persen. Sementara untuk dosis kedua sudah masuk diangka 85 persen. Khusus untk dosis ketiga atau booster memang masih rendah tetapi angkanya sudah diatas 20 persen,” ungkap Agus.

Bukan itu saja, Pemdes Pucangrejo juga rajin melakukan jemput bola supaya pelaksanaan vaksin menjadi capaian tertinggi. Meski masih ada kendala saat pelaksanaan dosis ketiga.

“Kendala yang dihadapi adalah masih ada yang takut dengan efeknya. Selain itu banyak warga yang menganggap sudah vaksin dua kali sudah cukup sehingga banyak yang menyepelekan,” ujarnya.

Kendala lain, lanjut Agus, yakni masalah adalah komunikasi yang kurang terkait jeda pemberian vaksin kedua dan ketiga.

Menurutnya, warga ada yang mengaku baru tiga bulan ada juga yang mengatakan enam bulan setelah penyuntikan dosis kedua.

“Untuk itu, kita tetap memberikan sosialisasi dan imbauan dengan cara jemput bola, sosialisasi keliling desa, ke RT dan lewat tempat ibadah,” ungkap Agus Riyanto. (Win).