TP PKK Kendal Gandeng Kerjasama Dengan Baznas Dan RSI

BOSTHOMSON, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal terus melakukan upaya pencegahan dan penangan stunting pada balita di Kabupaten Kendal.

Salah satunya dengan melaksanakan perjanjian kerjasama dengan melibatkan Baznas Kabupaten Kendal dan RSI Kendal, dalam rangka pencegahan stunting dan juga pemeriksaan ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK), di Rumah Dinas Bupati, Kamis (31/3/2022).

Ketua TP PKK Kabupaten Kendal, Wynne Frederica atau lebih dikenal dengan nama Chacha Frederica mengatakan perlu adanya keterbukan dan kebenaran informasi itulah, kita bisa melakukan langkah pencegahan yang kongkret dan sesuai dengan data yang ada.

“Contoh, angka tertinggi stunting di Kendal itu ada di wilayah Boja, dengan 600 stunting. Lha dengan adanya data tersebut kita bisa melakukan pencegahan dengan memberikan nutrisi gizi dan penangajan lainnya, supaya tidak semakin bertambah,” imbuh Chacha.

Untuk itulah, dirinya sekali lagi berpesan kepada para tenaga kesehatan dan pengurus TP PKK di kecamatan maupun di desa yang ada di Kendal, untuk memberikan data yang benar dan timbangan yang riil tentang kondisi balita.

“Kita gak usah takut kalau angka stunting kita tinggi. Karena itu data riil. Apakah kita mau ngebohongin terus kondisi sebenarnya balita kita. Apalagi dengan ketambahan berat dari baju berat yang dibuat timbangan. Come on, kita terbuka sajalah apa adanya kondisi balita kita. Jangan asal ABS lah,” ujar Chacha.

Ketua Baznas Kabupaten Kendal Syamsul Huda menyambut baik adanya kerjasama antara TP PKK dengan  Baznas dan RSI Kendal.

Menurutnya, pencegahan stunting ini merupakan komitmen Baznas untuk membantu pemerintah dalam pengentasan gizi buruk demi mencetak generasi penerus bangsa yang unggul.

“Stunting bukan hanya masalah pemerintah saja, namun seluruh masyarakat harus turun tangan ikut berperan aktif bergerak untuk pencegahan hingga pengentasan. Baznas siap menjadi inisiator untuk mengajak berbagai pihak bergerak bersama memutus mata rantai stunting dengan berbagai program berbasis nutrisi,” jelas Huda.

Ditambahkan, program pencegahan stunting bisa dikemas dalam berbagai kegiatan. Namun saat ini baru sebatas pemberian bantuan medis, seperti pemeriksaan ibu hamil dan pengukuran status gizi.

“Baznas juga akan melakukan pengecekan ibu hamil KEK sesuai data, dan akan kita berikan bantuan jika memang benar-benar membutuhkan. Semoga Rumah Baznas dapat terus memberikan kontribusinya dalam menurunkan angka stunting di Indonesia,” ungkap Huda.

Sementara itu, Direktur RSI Kendal, dr Suhadi merasa bersyukur pihaknya dipercaya dan dilibatkan dalam penanganan stunting di Kabupaten Kendal.

Menurutnya; stunting bukan hanya terjadi pada saat balita sudah lahir, namun saat masih di dalam kandunganpun anak juga bisa mengalami stunting.

Menurutnya, ketika si ibu hamil dan kekurangan berbagai gizi, itu bisa melahirkan bayi-bayi dengan istilah berat badan rendah dan sebagainya. Kalau sudah begitu, lanjut Suhadi, pemberian gizinya akan sulit.

“Dalam perjanjian kerjasama ini lanjutnya, peran RSI Kendal, yang pemeriksaaan ibu hamil dan janin yang dikandung. Kemudian pemberian vitamin mikro maupun makro nutrion. Yang ketiga pemenuhan gizinya juga edukasi,” pungkasnya.(win).