Mendagri, Tito Karnavian didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Bupati Kendal Dico M Ganinduto beserta Kapolres dan Dandim Kendal, menggelar jumpa pers

Kunjungi Kendal, Mendagri Tito Karnavian Beri Pesan Bupati

BOSTHMSON,KENDAL – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian hari ini melakukan Kunjungan dalam rangka Rapat Koordinasi Menteri Dalam Negeri bersama Gubernur Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kendal, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Kamis (29/7/2021).

Usai rakor, Mendagri, Tito Karnavian didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Bupati Kendal Dico M Ganinduto beserta Kapolres dan Dandim Kendal, menggelar jumpa pers bersama awak media. Dirinya mengatakan Ada dua daerah di Jawa Tengah yang dikunjungi yakni Kabupaten Kendal dan Brebes.

“Kendal adalah daerah kedua setelah Kabupaten Brebes. Sebelumnya saya kunjungi wilayah Jawa Barat dan wilayah Jabodetabek,” kata Tito.

Tito menyampaikan kunjungannya saat ini untuk memberikan motivasi ditengah-tengan situasi lonjakan Covid-19 terlebih karena adanya varian-varian baru.

“Kita diskusi tentang PPKM, situasi penanganan pandemi dan realisasi belanja yang menjadi atensi Bapak Presiden,” ujarnya.

Mendagri menekankan kepada seluruh Gubernur, Wali Kota dan Bupati untuk terus memperhatikan dan melaksanakan kebijakan penanganan Covid-19 dengan seksama dan mengacu pada empat hal.

“Mengurangi dan menekan kasus aktif, mengurangi/menekan kematian, meningkatkan kesembuhan dan menjaga ketersediaan tempat tidur atau BOR (Bed Occupancy Rate) sampai dibawah 50%,” tuturnya.

Selain itu dirinya juga meminta Bupati Kendal untuk memperhatikan terkait protokol kesehatan, kesiapan rumah sakit, kesiapan obat-obatan oksigen dan lainnya, selain itu memperkuat vaksinasi.

“Vaksinasi ini memang tergantung suplai dari Pemerintah Pusat, mudah-mudahan suplai vaksin yang mulai gencar di bulan Agustus bisa sesuai jadwal. Kita jugamendoakan tim ahli kita yang sedang melakukan penelitian untuk pengembangan vaksin sendiri bisa sukses dan bisa diproduksi masal,”ungkap Mendagri.

Selain itu Mendagri juga menyampaikan angka status dari PPKM Darurat ke PPKM Level 4.
Menurut Tito, alasan menggunakan satu istilah level, karena pada prinsipnya, sudah mulai berkaitan dengan cukup baik.

“Kami terus monitor semua daerah. Dengan kata level, karena secara psikologi sosial mungkin kata darurat memberikan kesan yang kurang nyaman bagi masyarakat. Jadi kita menggunakan satu istilah level,” jelas Tito.

Menurutnya, dengan istilah level, diharapkan bisa menurunkan angka penularan, artinya secara bertahap dari level 4 menurun ke level 3 sampai level 1. Tito berpesan masyarakat tidak panik karena pemerintah akan bekerja secara maksimal dalam menanggulangi Covid-19.

“Dari data-data yang ada, di sejumlah daerah trennya mengalami penurunan. Kecuali Jogja, Banten dan Jawa Barat itu masih fluktuatif, yang lainnya spontan menurun, termasuk Jawa Tengah,” pungkasnya.(Win).