Tidak Ada Lagi Aktivitas Pedagang, Pemkab Tutup Lokasi Pasar Weleri Kobong

BOSTHOMSON, KENDAL – Setelah secara bertahap dilakukan pemindahan terhadap aktivitas para pedagang Pasar Weleri I yang terbakar, kini pasar tersebut terlihat telah kosong tanpa ada pedagang yang berjualan.

Pemerintah Kabupaten Kendal juga telah resmi menutup lokasi Pasar Weleri I yang terbakar, ditandai dengan menutup serta mengunci pintu gerbang Pasar Weleri I yang dilakukan langsung oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, Senin (3/1/2022).

Saat meninjau Pasar Weleri I yang telah kosong, Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan para pedagang sudah tidak ada yang berjualan di lokasi pasar yang terbakar dan seratus persen pedagang telah dipindahkan ke pasar sementara yang terletak di Terminal Bahurekso Kendal.

“Hari ini kita melihat langsung Pasar Weleri yang terbakar, Alhamdulillah 100% pedagang sudah tidak ada yang berjualan disini. Sudah rapi semua dan sesuai dengan rencana yang telah kita siapkan, pelaksanaan relokasi juga berjalan dengan lancar,” kata Bupati.

Bupati Kendal Tinjau Pasar Weleri I Kebakaran yang telah ditinggalkan para pedagang, Senin (3/1/2022).
Bupati Kendal Tinjau Pasar Weleri I Kebakaran yang telah ditinggalkan para pedagang, Senin (3/1/2022).

Bupati juga menjelaskan untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas perdagangan, pihaknya akan menempatkan pos gabungan yang akan di jaga selama 24 jam di lokasi Pasar Weleri I.

“Kami akan membangun pos gabungan sesuai keinginan para pedagang yang ingin 100% di relokasi ke Terminal Bahurekso. Kalau Pasar ini akan kita tutup full dan setelah ini kita akan hitung asetnya dan segera dirobohkan,” jelasnya.

Dico menambahkan terkait pembangunan Pasar Induk Weleri I, dirinya menargetkan tahun 2022 bisa segera dibangun.

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar tahun 2022 ini Pasar Weleri ini bisa segera dibangun. Ini kelihatannya sudah ada angin segar dari Pemerintah Pusat untuk menganggarkan APBN untuk mrmbangun Pasar Weleri, tentunya kalau ada APBN ini akan meringankan para pedagang,” imbuh Dico.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, ada sekitar 95 persen pedagang Pasar Weleri I yang terbakar telah pindah menempati relokasi pasar darurat di Terminal Bahurekso.

“Jadi semua pedagang sudah pindah kecuali ada beberapa orang yang sudah berjualan dirumah atau tempat lain. Per tanggal 2 Januari 2022 pedagang sudah pindah semua,” ujar Ferinando

Sementara Camat Weleri Marwoto mengaku bersyukur, pelaksanaan relokasi para pedagang Pasar Weleri bisa berjalan aman dan lancar.

“Alhamdulillah semua pedagang sudah pindah ke pasar sementara di Terminal Bahurekso dengan aman dan lancar. Kita semua berharap Pasar Weleri ini bisa segara dibangun dan bisa ditempati,” ungkap Marwoto. (Win)