Petugas kesehatan UPTD Puskesmas Gemuh II melakukan penimbangan ulang kepada balita Hasna Salsabila Humaira

Temukan Balita Gizi Kurang, Puskesmas Gemuh II Terus Upayakan Pemberian Nutrisi

KENDAL – Seorang anak balita Hasna Salsabila Humaira (3,2), putri pertama Latifatul Jannah (29). di Desa Johorejo, Kecamatan Gemuh mengalami gizi kurang.

Dari 23 balita yang mengalami penurunan berat badan setelah mengikuti Posyandu oleh kader desa Johorejo, Hasna menjadi balita dengan berat badan dan tinggi badan terendah.

Petugas Gizi Puskesmas Gemuh II, Eni Windayati mengatakan  Hasna ditetapkan berdasarkan hasil laporan kader kesehatan Desa Johorejo, selanjutnya setelah menjalani pengecekan ulang batas ideal berat badan dan juga tinggi badan Hasna dinyatakan mengalami kurang gizi.

“Jadi sebelumnya kader melaporkan bahwa dari 40 balita yang ditimbang, 23 balita mengalami penurunan berat badan. Termasuk Hasna Salsabila yang dikatakan mengalami gizi buruk. Namun setelah kita cek lagi, anak tidak masuk kategori gizi buruk, namun dikategorikan kurang gizi,” terangnya usai melakukan pengecekan ulang di puskesmas, Jumat (23/4/2021).

Eni menjelaskan dasar penentuan anak mengalami gizi buruk atau gizi kurang berdasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Dan berdasarkan peraturan tersebut akan dilakukan pengecekan berat badan dan tinggi badan secara rutin tiap bulan agar terpantau perkembangannya.

“Nah untuk Hasna Salsabila ini berat badannya 9,5 kilogram dan tinggi badan 86 sentimeter. Setelah dihitung, masih di atas batas minimal gizi buruk, masuknya kurang gizi,” katanya

Eni menambahkan hingga saat ini 22 anak lainnya yang mengalami penurunan berat badan masih dalam proses observasi lebih lanjut.

Kepala UPTD Puskesmas Gemuh II, dr Fitroh menyampaikan, berdasarkan pemantauan petugas di daerah jangkauan Puskesmas Gemuh II, ditemukan 1 balita mengalami gizi buruk dan belasan anak mengalami gizi kurang.

Pihaknya saat ini masih terus berupaya melakukan konseling dan pemberian nutrisi kepada anak supaya kembali normal sehingga bisa berkembang dengan baik.

Menurut dr Fitroh, masalah ekonomi, pemenuhan makanan, hingga pola asuh anak merupakan faktor yang mempengaruhinya sehingga diharapkan peran serta orangtua diperlukan untuk mencegah terjadinya masalah pada perkembangan anak sejak dalam kandungan.

“Kita terus berikan nutrisi untuk ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik (KEK). Pemberian makanan tambahan (PMT) terus kita berikan kepada ibu hamil dan juga balita,” terangnya.

Ia mengimbau kepada orangtua anak di Kendal agar tidak malu dan mau menyempatkan diri untuk mengikuti penimbangan anak (Posyandu) setiap bulannya secara rutin agar perkembangan anak bisa terus terpantau oleh petugas kesehatan  sehingga nutrisi makanan yang diberikan tetap terjaga untuk tumbuh kembang anak.(Win)