Temui Kadisdik, HIPMI Kendal Dorong Pendidikan Kewirausahaan dan Kepemimpinan Diterapkan Sejak Dini

BOSTHOMSON, KENDAL – Untuk meningkatkan kualitas peserta didik dalam menjawab tantangan masa depan dalam menyongsong bonus demografi dan Indonesia Emas tahun 2045, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kendal mendorong pendidikan kewirausahaan dan kepemimpinan di ajarkan sejak dini di lembaga pendidikan mulai dari SD,SMP dan SMA.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Pelajar dan Mahasiswa, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kendal Verza Hardiansyah saat audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Ahmadi beberapa waktu lalu.

Dari release yang diterima bosthomsonkendal.com, Rabu (29/12/2021), mengatakan peningkatan kompetensi peserta didik harus di mulai dari pembelajaran Skiil Entrepreneurship dan Leadership sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

“Dengan adanya pembelajaran ini, mereka mempunyai kemandirian, kapasitas dan daya saing tinggi dalam menjawab kompleksitas permasalahan di masa depan,” ujar Verza yang juga Sinang Kendal 2021.

Lebih lanjut, Versa mengatakan kedepannya anak anak muda harus mempunyai jiwa kewirausahaan untuk berani membuka usaha di sektor ekonomi kreatif sehingga bisa mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“HIPMI siap melakukan pendampingan kepada teman-teman pelajar dan mahasiswa yang baru memulai usahanya sehingga bisa berkembang” tuturnya.

Di sisi lain Verza juga menyampaikan tentang degradasi moral dan menurunnya nilai-nilai kebangsaan serta nasionalisme di kalangan generasi muda, yang harus diantisipasi oleh pemerintah maupun stakeholder trrkait guna menghindari terjadinya tawuran pelajar dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Ahmadi, menyambut baik audiensi dengan HIPMI dan pihaknya siap bersinergi dan berkolaborasi dengan HIPMI.

“Saat ini Pemerintah melalui Disdikbud sedang melakukan penguatan profil Pelajar Pancasila sebagai bagian dari program pendidikan karakter di sekolah,” kata Wahyu.

Kadisdikbud juga menyampaikan terkait regulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di lingkungan pendidikan yang harus mematuhi standar protokol kesehatan yang sudah di tetapkan, mulai dari mencuci tangan, memakai masker, pengecekan suhu tubuh dan menjaga jarak, meskipun saat ini Kabupaten Kendal masih masuk level satu.(Win).