Tempat Hiburan GBL Masih Buka Meski Ada PPKM Level 3, Ini Kata Wabup

BOSTHOMSON, KENDAL – Tempat hiburan Gambilangu (GBL) di Dusun Mlaten Desa Sumberejo, tetap beroperasi, meskipun masih dalam situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Hal ini terlihat saat adanya Pamwasgiat Operasi Yustisi dan giat swab oleh petugas gabungan kepada pengunjung dan pemandu karaoke di eks lokalisasi yang berada di perbatasan Semarang – Kendal tersebut.

Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Kasmadi, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dukuh Mlaten, Desa Sumberejo, Kaliwungu, Kamis (19/8/2021).

Kasmadi mengaku, tempat hiburan Gambilangu, setelah ada pandemi dan PPKM ini tetap buka, namun lebih awal dan dibatasi jam operasionalnya.

“Kalau dulu memang start jam sembilan (21.00 WIB) sampai jam satu (pagi). Namun semenjak ada PPKM atau Covid ini saya buka dari jam sebelas siang sampai dengan jam sepuluh malam (22.00 WIB),” kata Kasmadi.

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki saat dihubungi melalui pesan singkat Whatsapp menanggapi dengan tegas dan minta agar selama PPKM ini, tempat hiburan yang menciptakan kerumunan untuk ditutup.

“Tanggapan saya jelas dan tegas, tempat hiburan harus tutup dan jangan beroperasi dulu selama PPKM,” jawab Pakde Bas, sapaan akrab Wabup Kendal, Sabtu (21/8/2021).

Menurutnya, sesuai dengan Instruksi Bupati (Inbup) Kendal Nomor 7 tahun 2021 tentang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 yang dikeluarkan pada 17 Agustus 2021, dengan diberlakukannya PPKM Level 3 ini, ada beberapa hal yang harus dipatuhi masyarakat Kendal.

“Diantaranya, yakni penutupan sementara fasilitas umum seperti taman publik, tempat wisata dan area publik lain yang dapat menimbulkan kerumunan,” kata Pakde Bas.

Selain itu, kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

“Dikecualikan fasilitas olahraga di ruang terbuka, diizinkan dibuka dengan kapasitas 25 persen,” imbuh Pakde Bas.

Sementara itu, Plt Kepala Disporapar Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat menjawab akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Kami akan melakukan pengecekan terlebih dulu dan setelah itu melakukan koordinasi dengan instansi terkait,” jawab Wahyu singkat. (Hans).