Sering Terjadi Kecelakaan, Pemdes Purworejo Pasang Palang Pintu Kereta Api

BOSTHOMSON, KENDAL– Setelah melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal dan berkoordinasi dengan PT KAI, Pemerintah Desa Purworejo Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal akhirnya bisa memasang palang pintu perlintasan manual.

Pemasangan palang pintu perlintasan kereta api lantaran beberapa kali terjadi kecelakaan akibat menerobos perlintasan yang tanpa dipasang palang pintu.

Kepala Desa Purworejo, Zaeni kepada tim bosthomsonkendal.com menjelaskan pemasangan palang pintu perlintasan kereta api ini bertujuan untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta api di wilayahnya.

“Jadi sudah beberapa kali kejadian, warga yang mengalami kecelakaan akibat menerobos perlintasan yang tanpa dipasang palang pintu. Bahkan pada Sabtu (13/11/2021) siang, terjadi kecelakaan maut. Satu pengendara motor meninggal dunia di tempat, disambar Kereta Api Kaligung dan satu lainnya mengalami luka parah,” jelas Zaeni, Minggu (15/11/2021).

Diketahui korban merupakan warga Desa Podosari RT 2 / RW 2, Kecamatan Cepiring. Menurut Zaeni dari rekaman CCTV memperlihatkan, pengendara sepeda motor roda tiga diduga menerobos perlintasan kereta api. Tiba-tiba saat menyebrang mereka berhenti di tengah perlintasan. Sehingga tidak sempat menyelamatkan diri dan kecelakaan tak bisa dihindarkan,” terang Zaeni

Dari kejadian itulah, yang membuat Pemdes Purworejo Kecamatan Ringinarum, berinisiatif memasang palang pintu manual.

“Palang pintu perlintasan kereta api adalah bagian dari keselamatan warga. Jika sudah terpasang, tentunya masyarakat dan para pengguna jalan akan merasa nyaman dan aman saat akan melewati perlintasan kereta api. Karena warga akan menunggu hingga kereta api selesai melintas,” ungkap Zaeni.

Sementara itu menurut Petugas Trantib PT KAI Bagian Pengamanan Jalur Kereta Api di Kabupaten Kendal, Mukhairi mengatakan, sebelumnya PT KAI akan menutup jalur jalan yang melintasi rel kereta api tersebut.

Namun, karena petimbangan, bahwa jalur tersebut merupakan akses Desa Purworejo, maka PT KAI meminta agar Pemerintah Desa setemoat membuatkan pintu palang buka tutup sendiri.

“Ya perintah dari Pimpinan PT KAI agar jalur tersebut ditutup untuk menghindari resiko kecelakaan. Namun setelah berkoordinasi dengan pihak Pemdes Purworejo akhirnya dibuatlah palang pintu manual ini,” ujarnya.

Sementara itu Sistiyono (47) warga Dukuh Jaan Desa Purworejo yang kini tinggal di Kaliwungu saat melewati jalan tersebut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Purworejo yang telah berinisiatif membuat palang pintu perlintasan kereta api.

“Kami atas nama masyarakat desa Purworejo sangat mengapresiasi pemerintah desa telah membuat palangan pintu, walaupun manual, setidaknya ini sangat membantu masyarakat melintasi jalan kereta api aman.(Win).