Selain Dilatih Kerja, Warga Binaan Lapas Terbuka Kendal Juga Terima Upah

BOSTHOMSON, KENDAL – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kabupaten Kendal menggelar acara tasyakuran di Halaman, Lapas Terbuka Kendal, Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon, Sabtu malam (14/8/2021).

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Rusdedy menjelaskan, tasyakuran digelar ini, dalam rangka menyambut HUT RI ke-76 dan ungkapan rasa syukur seluruh Petugas dan Warga Binaan Lapas Terbuka Kendal terbebas dari Covid-19.

“Jadi ini syukuran dalam menyambut HUT RI ke-76, suasana berbahagia suasana gembira juga harus dirasakan warga binaan. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kami menggelar tasyakuran. Baik petugas maupun warga binaan semua membaur bersama tanpa ada sekat diantara kita,” jelas Kalapas.

Rusdedy mengatakan, tasyakuran ini juga digelar dalam rangka pencapaian yang maksimal dalam berbagai usaha yang dikelola oleh Lapas Terbuka Kendal.

“Ini juga sebagai rasa syukur karena usaha yang kami bentuk, baik di bidang Perkebunan maupun peternakan berjalan dengan baik. Sehingga bisa mencapai maksimal pendapatannya,” ujar Rusdedy.

Untuk itu, dirinya berharap ada peningkatkan pendapatan di berbagai bidang. Sehingga bisa memberikan upah yang layak kepada warga binaan, juga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Jadi semua kegiatan kita yang sudah produktif menghasilkan laba, kita wajib berikan upah kepada warga binaan. Seperti yang ditambak udang kita berikan upah Rp 1,5 juta perbulan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rusdedy menjelaskan, konsep idealnya, pemberian pelatihan dan diperkerjakan yang dikombinasi dengan program asimilasi sekaligus memberikan pekerjaan yang layak bagi warga binaa

“Disamping dilatih warga binaan juga dapat upah. Selain tambak udang, dari perkebunan juga sudah mulai bagus sehingga sudah mulai bisa memberi upah kepada warga binaan,” jelas Rusdedy.

Salah seorang warga binaan Saifudin alias Yunkrek (27) yang bekerja di tambak udang panami mengaku, dirinya yang sudah mendapatkan manfaat berupa pelatihan mengolah udang.

Selain itu, selama kurang lebih satu tahun berada di Lapas Terbuka, dirinya sekarang sudah mendapatkan upah selama ikut mengolah tambak udang.

“Alhamdulillah, saya bisa mendapatkan ilmu dalam budidaya udang panami. Selain itu saya juga mendapat upah yang bisa saya kirim buat keluarga di rumah,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap malam bersama Kalapas dengan petugas dan warga binaan Lapas Terbuka Kendal. (Win).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *