RSUD dr Soewondo Kendal Resmi Memiliki Ruang Rawat Inap Penyakit Jiwa

BOSTHOMSON KENDAL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo Kendal kini genap berusia 88 tahun, yang jatuh pada tanggal 30 November 2021. Bertepatan dengan ulang tahunnya tersebut, diresmikan Gedung Edelweiss sebagai Ruang Rawat Inap bagi pengidap penyakit jiwa.

Peresmian dilakukan oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto didampingi Wakiil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, Selasa (30/11/2021).

Plt Direktur, dr. Saikhu mengatakan, RSUD dr Soewondo Kendal pada era New Normal telah manjadi Smart Hospital.

“Beberapa pelayanan saat ini mulai dapat diakses melalui online oleh pasien. Informasi tentang Dokter, informasi kamar, tarif layanan dan antrian poli telah tersedia di website rsudkendal.kendalkab.go.id,” terangnya.

Saikhu menjelaskan, terkait beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh pihak Rumah Sakit, pemanfaatan teknologi menjadi trobosan bagi Rumah Sakit dalam melakukan peningkatan pelayanan kepada pasien.

Acara peresmian Gedung Edelweiss sebagai Ruang Rawat Inap Penyakit Jiwa di RDUD dr Soewondo Kendal, Selasa (30/11/2021)
Acara peresmian Gedung Edelweiss sebagai Ruang Rawat Inap Penyakit Jiwa di RDUD dr Soewondo Kendal, Selasa (30/11/2021)

“Pasien saat ini bisa melihat semua informasi terkait Rumah Sakit, pendaftaran juga bisa dilakukan melalui online via Whatsapp, untuk kolom link pendaftaran berada di website RSUD,” jelasnya.

Selain penjelasann terkait pelayanan, Saikhu juga memaparkan tentang master plan pengembangan Rumah Sakit dan rencana kebutuhan alat medis sebagai penunjang kebutuhan peralatan RSUD.

Sementara Bupati Kendal Dico M Ganinduto menyampaikan, dengan adanya rencana pengembangan, diharapkan RSUD dapat memberikan peningkatanan dalam hal pelayanan.

“Hal ini kecepatan pelayanan kepada pasien, wajib diberikan oleh RSUD dr Soewondo Kendal,” ujarnya.

Dico berharap semua spesialis terkait kebutuhan, secara bertahap bisa segera dipenuhi. “Sehingga nantinya pelayanan kepada pasien menjadi maksimal,” tandas Bupati.

Dico juga meminta kepada RSUD untuk memberikan penghargaan (Reward) dan teguran (punishment), apabila terdapat aduan pelayanan baik dari pihak pasien serta memuaskan harus diberikan penghargaan.

“Sebaliknya apabila banyak mendapat keluhan akan diberikan teguran,” tandas Bupati.

Dijelaskan, penghargaan dan teguran difungsikan bagi Nakes agar dapat memberikan pelyanan terbaik dan menjadi penyemangat dalam bekerja.

Dico juga menyampaikan terima kasih kepada para Nakes yang ada di Kabupaten Kendal, termasuk usaha yang telah dilakukan oleh pihak Rumah Sakit, atas kinerjanya dalam menangani pasien Covid-19.

“Alhamdulillah, saat ini status PPKM di Kabupaten Kendal telah turun pada level 1. Tentunya ini berkat dukungan semua yang taat kepada protokol kesehatan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati dan Wakil Bupati, menyempatkan untuk melihat Gedung Edelweiss dan memasuki ruangan serta menyapa para nakes yang bertugas, termasuk melihat pasien yang sedang dirawat akibat penyakit jiwa. (Wim).