Ratusan Warga Melakukan Aksi Penolakan Pembangunan Rumah Ibadah Di Rowosari

BOSTHOMSON, KENDAL – Ratusan Warga di Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal menggelar aksi demo menolak pembangunan Rumah Ibadah di Desa Rowosari Kabupaten Kendal, Jumat (26/11/2021).

Aksi tersebut digelar bersamaan dengan acara Rakor Pengamanan Wilayah yang diselenggarakan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Aula Kecamatan Rowosari.

Menurut pengakuan Boma, Koordinator Aksi, penolakan yang dilakukan warga karena sebelumnya warga telah menolak adanya pembangunan rumah ibadah di wilayah tersebut sejak tahun 2019 silam.

“Kita warga Rowosari sepakat menolak pembangunan rumah ibadah ini karena sekitar 100 meter juga sedang dibangun rumah ibadah yang sama. Selain itu tidak adanya musyawarah dengan warga sekitar dan diduga akan digunakan aliran tertentu” ujar Boma.

Boma menegaskan apapun alasannya warga tetap menolak jika pembangunan rumah ibadah tersebut akan dilanjutkan.

“Ini bukan aksi demo tapi kami mengawal aspirasi dari masyarakat. Dan kalau ini tidak ada putusan yang baik bagi kami nanti akan ada gelombang yang lebih besar lagi dari kami selaku warga,” tegasnya.

Warga melakukan aksi menolak pembangunan rumah ibadah di Rowosari
Warga melakukan aksi menolak pembangunan rumah ibadah di Rowosari

Kepala Desa Rowosari, Luqman Zakaria menuturkan masalah ini sudah terjadi sejak 1,5 tahun silam dan dipicu karena pemilik proyek tidak ada sosialisasi dengan warga setempat.

“Yang kedua koordinasi dengan perangkat desa terkait pembangunan rumah ibadah juga tidak ada sama sekali. Dulu hanya datang memberikan surat keterangan tidak ada sengketa tanah,” ujar Kades Rowosari.

Lebih lanjut Luqman mengatakan setelah ada gejolak warga yang menentang pembangunan rumah ibadah tersebut, pihak Pemdes Rowosari mengambil langkah menerbitkan surat pemberhentian pembangunan.

“Setelah konsultasi dengan Forkopimcam kami menerbitkan surat itu. Dan ternyata yang bersangkutan (pemilik proyek) tidak terima dan menempuh jalur peradilan PTUN. Namun alhasil kami kalah sehingga setelah warga mendengar kami kalah di PTUN, para tokoh masyarakat yang notabene mempunyai massa, menggelar aksi ini,” kata Luqman.

Acara Rakor Pengamanan Wilayah di Aula Kecamatan Rowosari, Jumat (26/11/2021).
Acara Rakor Pengamanan Wilayah di Aula Kecamatan Rowosari, Jumat (26/11/2021).

Sementara itu, Winarno Staf Ahli Bupati saat mengisi acara rakor menanggap aksi penolakan warga terhadap rumah ibadah di Desa Rowosari, dirinya akan membawa masalah ini ke Forkopimda kendal sehingga bisa dicarikan solusi dengan baik.

“Kami akan segera mengadakan rapat dengan Pemkab da pihak terkait untuk mencari solusi yang terbaik. Kami akan melihat dari sudut yang lain karena mendirikan tempat ibadah ini ada persyaratan yang harus dipenuhi, dan ini yang akan kita lihat kembali agar bisa tercipta suasana yang kondusif dan bisa mengambil keputusan dengan baik,” ujar Winarno.(Win).