Puluhan UMKM Ikuti Pelatihan Olah Otak Otak Bandeng Yang Digelar DKP Kendal

BOSTHOMSON,KENDAL – Sistem pengolahan ikan secara modern telah diaplikasikan oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengolah ikan menjadi otak-otak bandeng.

Tujuannya, selain untuk memperpanjang masa simpan ikan, sekaligus memberikan bentuk dan cita rasa baru terhadap produk tersebut.

Ikan Bandeng termasuk ikan pangan popular di Indonesia. Terdapat banyak olahan pangan yang berbahan dasar ikan bandeng, antara lain, bandeng presto, otak-otak bandeng, satai bandeng dan asem-asem bandeng.

Ikan bandeng banyak disukai oleh karena mempunya rasa khas dan memiliki daging yang gurih, selain itu walaupun ikan bandeng memiliki duri dalam daging, ikan ini lebih banyak mengandung protein daripada ikan air tawar lainnya.

Kasi Usaha dan Bina Mutu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Dini Bangun Wijayanti mengatakan, Kabupaten Kendal dikenal dengan hasil ikan laut. Salah satunya adalah ikan bandeng, yang banyak ditemui di pasar ikan atau pasar tradisional.

Hal tersebut ia sampaikan di hadapan puluhan UMKM tingkat Kecamatan dan juga ibu rumah tangga, dalam pelatihan pengolahan hasil ikan, di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal.

Menurut Dini, selain harga relatif lebih murah daripada ikan laut, ikan bandeng memiliki komposisi daging yang lebih banyak daripada tulang.

Hal itulah yang mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, untuk melakukan pelatihan pembuatan otak-otak ikan bandeng, kepada para pelaku UMKM yang bergerak di bidang olah ikan dan masyarakat ini,” terangnya.

Dijelaskan, pelatihan pembuatan otak-otak bandeng merupakan suatu bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Kendal, untuk meningkatkan keterampilan pembuatan otak-otak bandeng dan kemandirian UMKM dalam berwirausaha.

Mengasah keterampilan para pelaku UMKM untuk mengolah hasil potensi lokal dan berwirausaha. Diharapkan, dengan pelatihan ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat bidang perikanan dan kelautan,” jelas Dini.

Selain itu, dengan mengangkat olahan ikan, maka otomatis juga akan mencerdaskan otak dan mencegah terjadinya stunting.

“Apalagi saat ini, Pemkab Kendal, terutama TP PKK sedang gencar-gencarnya melawan stunting. Yakni dengan memberikan asupan gizi bagi ibu hamil dan anak,” tutup Dini.

Sementara dalam pemaparan materi, sebagai narasumber adalah Istiqomah, pemilik usaha otak-otak Bandeng “Moris”, yang berada di Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu.

Istiqomah menjelaskan, dalam mengolah ikan bandeng, pertama yang dilakukan adalah membelah ikan bandeng menjadi dua bagian, kemudian dicabut duri-durinya.

“Setelah selesai dicabut semua, kemudian kotoran dibersihkan. Selanjutnya daging bandeng tanpa duri ini digiling hingga lembut. Sedangkan kulit bandeng disisihkan dan nantinya setelah olahan daging selesai dan sudah dibumbui ditaruh diatas kulit bandeng. Kemudian kulit bandeng kembali dilipat biar terlihat seperti ikan bandeng segar,” terang Istiqomah.

Untuk bumbu yang digunakan; dirinya menyebut, ada bawang merah, bawang putih, merica, kemiri, garam, gula pasir, penyedap rasa, cabe merah (jika dibuat pedas).telur ayam, daun pandan dan jeruk nipis.

“Selanjutnya, ambil panci dan nyalakan kompor. Bandeng yang diisi daging giling tadi, dibungkus dengan daun pisang dan dikukus selama 45 menit. Setelah itu bandeng siap disantap;” papar Istiqomah.

Ia menambahkan, agar tidak merasa jenuh, biasanya bandeng dipotong-potong kemudian dibalut dengan adonan telur, lantas digoreng.

“Tujuannya agar otak-otak tidak ambyar saat digoreng. Karena adonan telur akan mengikat otak-otak bandeng. Selain itu juga membuat rasa otak-otak menjadi gurih dan nikmat untuk lauk serta jadi makanan sehat,” imbuhnya.

Istiqomah juga menjelaskan, biasanya produk olahannya, satu bungkus berisi dua buah otak-otak bandeng dengan harga Rp 6.000, yang sudah siap dimakan. Tinggal mau dibakar atau digoreng.

Sedangkan untuk pemasarannya, dirinya menyebut produknya yakni otak-otak bandeng Moris kini sudah menyebar di luar Kendal seperti Semarang, Temanggung, Wonosobo, Batang dan Pekalongan.

“Kini otak-otak bandeng sudah banyak dikenal masyarakat sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Kendal, saat mereka berkunjung di Kendal,” pungkas Istiqomah. (Hans).