Pertemuan PT. PLN dengan Perwakilan PWI Kendal dan PWI Jateng

PT. PLN Klarifikasi Atas Insiden Tidak Menyenangkan Yang Terjadi Pada Wartawan MNC Group

BOSTHOMSON, KENDAL – PT. PLN (Persero) akhirnya memberikan klarifikasi atas insiden yang tidak menyenangkan yang dialami salah satu wartawan MNC grup Edy Prayitno yang sekaligus merupakan anggota PWI Kabupaten Kendal, saat tengah meliput Gardu Induk PLN Kaliwungu yang terbakar, Sabtu (10/7/2021).

Klarifikasi dipimpin langsung Endah Yuliati Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I Yogyakarta, Minggu (11/7/2021).

Endah mengatakan pihaknya meminta maaf atas terjadinya insiden yang tidak menyenangkan tersebut, dan berjanji kedepan akan lebih baik lagi.

“Saya atas nama teman-teman di UIT memohon maaf kepada mas Edy karena kesalahpahaman yang terjadi , saya berharap tidak terulang lagi,” ujarnya.

Menurut Endah, sebenarnya PLN sangat terbuka dan transparan, hanya untuk bisa masuk ke Gardu Induk ada mekanisme serta prosedur yang harus ditaati karena itu merupakan salah satu obyek vital nasional.

“Kondisi saat itu juga sedang panik karena terbakar dan berpotensi untuk padam dan kami harus berkonsentrasi untuk segera menyalakan kembali dan sore harinya sudah bisa nyala kembali,” jelas Endah.

Edy Prayitno yang datang didampingi oleh Kepala Bironya juga mengatakan dirinya sebenarnya sudah akan pulang karena tidak diperbolehkan liputan namun malah di cegah dan MMCnya diminta.

“Saya sudah menyerahkan MMC dan jika harus ditinggal maka saya akan lapor ke redaksi kalau MMC saya ditahan, tapi tetap belum diperbolehkan hingga lewat telpon yang di load speaker ada petugas PLN namanya Deny mengatakan maling,”ujar Edy.

Sebagai bentuk simpati Edy mengatakan jika manager PLN ULP Kendal dan juga satpam sudah mengikuti prosedur yang memang sudah diterapkan dengan baik.

“Hanya saya tidak tau kenapa saya harus ditahan di pos padahal saya bilang tidak akan bikin berita jika tidak diperbolehkan,”lanjutnya.

Sementara itu wakil ketua PWI Jateng bidang pembelaan wartawan. Zaenal Petir menyayangkan ada kata-kata maling dari karyawan perusahaan sekelas PLN.

“BUMN sekelau PLN mengatai wartawan maling itu sangat disayangkan dan kami bisa jebloskan ke penjara, wartawan kami tau kode etik jurnalistik dan semua mempunyai kompetensi, untung saja mas Edy berjiwa besar sehingga tidak mempermasalahkan yang penting ada itikad baik dan minta maaf,” ujar Petir.

Zaenal meminta pihak PLN harus bisa memahami profesi wartawan jika tidak diperkenankan meliput bisa secara santun.
Sementara itu Divisi Advokasi PWI Kabupaten Kendal Unggul Priambodo mengatakan jika pihaknya juga menyayangkan hal ini terjadi.

Kami dengan tegas meminta kepada PLN untuk meminta maaf secara terbuka agar semua pihak bisa menerima, kami bekerja dengan santun dan sangat berpedoman pada kode etik jurnalistik,” kata Unggul.

Surat permintaan maaf langsung diserahkan kepada Endah Yuliati untuk ditindaklanjuti. Meski sudah ada permintaan maaf namun secara resmi dan tertulis masih ditunggu oleh PWI Kabupaten Kendal. (Win)