Program Padat Karya 2021, Perbaiki Jalan Ke Makam Kemangi Wujudkan Wisata Religi

BOSTHOMSON, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Ketenagakerjaan, melaksanakan kegiatan Padat Karya Infrastruktur tahun anggaran 2021 di jalan menuju area makam Kemangi di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kamis (21/10/2021).

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun, Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto, Kajari Kendal, Ronaldwin, Sekda Kendal, Moh Toha dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kendal, M Syukron Samsul Hadi.

Selain itu juga hadir, Camat Kangkung, Ardhi Prasetyo, Kapolsek Kangkung, AKP Asri, Danramil Cepiring, Kapten Inf Siswanto, Kepala Desa Jungsemi, Dasuki dan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Desa Jungsemi, termasuk juru makam Kemangi Kiai Kasturi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kendal, M Syukron Syamsul Hadi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Padat Karya ini adalah untuk memperluas infrastuktur jalan desa Jungsemi melalui Anggaran Padat Karya 2021.

Dalam kesempatan, Syukron juga melaporkan pelaksanaan Padat Karya Insfrastruktur Desa Jungsemi Kecamatan Kankung adalah dasar dari Perda Kabupaten Kendal Nomor 8 Tahun 2021, tentang Perubahan APBD Tahun 2021.

“Padat Karya akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung tanggal 21 Oktober hingga 4 November 2021,” kata Syukron.

Sementara menurut Syukron, maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk membuka lapangan kerja sementara bagi warga Desa Jungsemi yang terdampak pandemi Covid-19.

“Sehingga harapkan kegiatan ini bisa bermanfaat bagi desa dan berdaya guna bagi masyarakat Desa Jungsemi,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Syukron yang diberikan adalah uang perangsang sebesar Rp 83.160.000 untuk 66 pekerja, yang dibagi dalam tiga kelompok, masing-masing 22 orang.

“Jadi setiap kelompok untuk upahnya, ketua kelompok sebesar Rp 90 ribu, sedangkan untuk tukang upahnya sebesar Rp 90 ribu dan pekerja juga Rp 90 ribu,” paparnya.

Syukron menambahkan, bantuan lain seperti material disediakan oleh pemerintah desa yang berasal dari swadaya masyarakat.

“Sementara bantuan lain berupa peralatan seperti pacul 10 buah, sekop 10 buah, ganco 10 buah, cetok 10 buah, ember 10 buah dan gerobak sorong sebanyak empat buah,” paparnya lagi.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dalam sambutannya menyambut baik kegiatan Padat Karya di Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung, dengan maksud untuk memberdayakan masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan.

“Dengan cara memberikan pekerjaan bagi beberapa warga Desa Jungsemi, yang bersifat sementara yang bersifat padat pekerja atau karya,” ujar Dico.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Kendal, yang sudah mendukung program pencegahan Covid-19. Sehingga sampai hari ini, Kamis (21/10/2021) di Kabupaten Kendal, tinggal enam orang yang terpapar.

Menurut Dico, efek pandemi selama dua tahun ini sudah mengganggu perekonomian di Kabupaten Kendal. Selain itu juga meningkatkan jumlah kemiskinan dan menambah jumlah pengangguran.

“Tidak bisa dipungkiri, pandemi sudah mengganggu perekonomian di Indonesia. Bukan hanya itu pandemi juga sudah meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan. Ini dikarenakan efek domino dari Covid-19. Jadi saya minta kepada bapak dan ibu untuk selalu menjaga protokol kesehatan di masyarakat,” ungkap Dico.

Bupati mengaku selama ini belum memiliki data yang tepat terkait pengangguran, maupun tenaga kerja yang dimiliki Kabupaten Kendal.

“Maka dari dari itu, kami bekerja sama dengan Undip untuk membuat satu website, yang nantinya seluruh masyarakat yang memiliki kuantensinya. Sehingga kedepan bisa kita sinergikan dengan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Kendal dan sekitarnya, selanjutnya kepada masyarakat yang menginginkan pekerjaan, bisa terfasilitasi melalui website kedepan,” terang Dico.

Sementara itu, Kepala Desa Jungsemi, Dasuki mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal, karena pengajuannya dianggarkan dalam perubahan.

Disebutkan, untuk pembangunan infrastruktur, yakni jalan ke makam Kemangi sepanjang 150 meter dengan lebar tiga meter.

“Alhamdulillah, meskipun anggaran yang kami terima sedikit, namun bisa bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya dalam pengembangan infrastruktur jalan ke makam Kemangi menuju wisata religi,” ungkapnya. (Hans)