Program KOTAKU, Tak Sentuh Jalan Masjid Bandengan Yang Rusak Parah

BOSTHOMSON,KENDAL – Warga Kelurahan Bandengan khususnya di sepanjang jalan Masjid, akan gigit jari. Pasalnya jalan yang sudah rusak bertahun-tahun tersebut tidak masuk dalam program KOTAKU yang dicanangkan pemerintah pusat.

Padahal warga berharap, dengan program KOTAKU jalan Masjid sepanjang satu kilometer yang kondisinya sudah parah, akibat terkena genangan rob bisa diperbaiki.

Seperti yang disampaikan Lurah Bandengan Sutarjo, saat dikonfirmasi mengaku kaget jika jalan yang akan diperbaiki itu jalan Laut, bukan jalan Masjid yang rusak parah.

Terkait hal tersebut dirinya akan menghadap ke dinas terkait dan menanyakan jalan mana yang akan segera dibangun.

“Besok, Jumat (12/11/2021), saya akan menghadap dan menanyakan hal ini kepada dinas terkait. Karena pihak kelurahan sudah mengajukan untuk perbaikan jalan Masjid yang rusak parah, dan dari DPUPR menjawab, perbaikan jalan masjid masuk dalam program KOTAKU,” terang Sutarjo, Kamis (11/11/2021).

Kondisi jalan Masjid Kelurahan Bandengan yang rusak parah
Kondisi jalan Masjid Kelurahan Bandengan yang rusak parah

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kendal Moch Noor Fauzi mengatakan, d<span;>alam rangka penanganan kumuh, di program KOTAKU proyek multi-years tersebut, selain perbaikan jalan, juga ada penangangan rob yakni dengan pembuatan tanggul dan juga ada beberapa kegiatan lainya.

Menurutnya, upaya yang dilakukan pemerintah dalam program KOTAKU di Kabupaten Kendal difokuskan untuk penanganan daerah kumuh khususnya di Bandengan dan Karangsari.

“Kegiatan lain yang dilakukan dalam program KOTAKU bersamaan dengan pembangunan tanggul adalah pembangunan jalan, yaitu jalan Laut hingga Tempat Pelelangan Ikan TPI Bandengan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).

Noor Fauzi menjelaskan, untuk pembangunan tanggul pantai sepanjang satu kilometer tersebut, dimulai dari Kali Kendal Kelurahan Bandengan hingga Kali Glodok Kelurahan Karangsari.

“Panjang tanggul nantinya satu kilometer, dengan lebar 12 meter dengan ketinggian satu meter. I<span;>ni kita lakukan untuk mencegah masuknya rob ke pemukiman warga di wilayah Bandengan dan Karangsari,” jelasnya.

Kondisi jalan Masjid Kelurahan Bandengan
Kondisi jalan Masjid Kelurahan Bandengan

Selain dilakukan pembangunan jalan dan pembuatan tanggul. Program KOTAKU juga akan melakukan penataan permukiman warga.

“Insya-Allah awal pembangunan dijadwalkan bulan depan (Desember-red). Saat ini prosesnya masih tahapan lelang. Karena Disperkrim sifatnya hanya mengajukan bantuan ke Bank Dunia (Word bank). Proyek ini  multi years hingga sampai 2022. Nilai pagunya sekitar Rp 28 miliar,” ungkap Noor Fauzi.

Dirinya menambahkan, selain tiga kegiatan besar, nantinya juga ada kegiatan-kegiatan kecil di wilayah Bandengan, seperti pemasangan pompa dan pembuatan MCK dan sebagainya.

“Saat ini masih dilakukan pembersihan lapak-lapak dan upaya pembebasan lahan. <span;>Sedangkan u<span;>ntuk kawasan TPI sendiri nantinya juga dibangun perindustrian,” pungkasnya.

Sementara itu ungkapan kekecewaan disampaikan Ketua RT 4 RW 1 Kelurahan Bandengan Kamdi. Menurutnya dengan tidak segera diperbaikinya jalan yang rusak, maka akan semakin memperparah kerusakan dan bisa membahayakan pengendara.

Sebagai Ketua RT yang paling parah kerusakan jalannya, Kamdi berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan dan memparbaiki jalan di kampungnya.

“Ya seharusnya jalan masjid ini yang diperbaiki atau mau diapakan lah. Karena kondisinya sudah semakin parah. Banyak pengendara yang mengalami kecelakaan akibat terjatuh saat menghindari lubang,” ungkapnya. (Hans).