PP IGVIM Kecam Keras Teror KKB Papua Tembak Mati Dua Guru

KENDAL – Aksi brutal dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kepada penyelenggaraan pendidikan Indonesia di wilayah tersebut hingga menyebabkan dua guru meninggal dunia akibat ditembak mati mendapatkan kecaman keras dari Pengurus Pusat Ikatan Guru Vokasi Indonesia Maju (PP IGVIM).

Ketua Umum PP IGVIM Edy Siswanto mengatakan, tak hanya membunuh, melalui tindakan biadab yang dilakukan jelang Ramadan itu, KKB juga membakar gedung sekolahan baik sekolah dasar (SD), Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) serta rumah guru, berada di Distrik Beoga Kabupaten Puncak.

“Kejadianya dua hari berturut-turut. Yakni, Kamis (8/4/2021) KKB menembak mati Oktavianus Rayo guru SD Julukoma, dan membakar Gedung SD Jambul, SMP Negeri 1 dan SMA 1 Beoga serta rumah guru. Sedang, Jumat (9/4/2021) KKB menembak mati Yonatan Renden (28), guru SMP Negeri 1 Beoga,” katanya, Rabu (14/4/2021).

Edy mengungkapkan, terkait dengan fakta-fakta yang memilukan tersebut, PP IGVIM secara tegas menyatakan sikap. Yakni, mengecam keras tidakan kejahatan yang dilakukan oleh KKB yang merenggut dua nyawa guru dan menghancurkan sejumlah gedung sekolah, dan meminta aparat kepolisian dan TNI untuk segera mengejar dan menangkap hidup/mati para pelaku beserta gerombolanya.

“Melakukan upaya-upaya untuk memulihkan situasi ketertiban/keamanan dan menjamin rasa aman masyarakat,” ungkapnya.

Peryataan sikap lainya, yaitu sesuai amanat UU Noomor 14 tahun 2005 bahwa guru berhak atas jaminan keselamatan kerja, maka pihaknya minta kepada pemerintah dan utamanya Pemerintah Kabupaten Puncak agar segera membuat kebijakan khusus/tindakan terstruktur (tanggap situasi konflik bersenjata).

“Hal itu dalam rangka menjamin keselamatan pendidik (guru) dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas di daerah konflik, serta agar peristiwa tersebut tidak terulang,” terangnya.

Dalam pernyataan sikap itu, Edy juga meminta kepada para pendidik dan tenaga pendidik di daerah konflik atau yang berpotensi terjadi gangguan keamanan agar waspada/peka, segera berkordinasi dengan pemerintah dan organisasi profesi jika merasa mulai ada ancaman (berpotensi timbulnya ancaman) baik fisik maupun psikis. Pihaknya bersimpati kepada keluarga korban dan semua peserta didik yang sekolahnya menjadi korban agar tabah dan tetap semangat belajar, serta optimis bahwa situasi akan menjadi lebih baik.

“Selamat jalan kepada kawan Rayo dan Renden, kalian adalah Pahlawan Pendidikan NKRI,” ujarnya.

Melalui bulan suci Ramadan yang penuh berkah, PP IGVIM berdoa kepada Allah SWT, untuk selalu membimbing dan melancarkan segala upaya pemulihan situasi, melindungi segenap elemen penyelenggara pendidikan juga seluruh masyarakat di daerah konflik manapun bagian kedaulatan NKRI. (Win/Zhaf)