Persoalan Relokasi Pedagang Pasar Weleri, Komisi B Minta Pemkab Harus Tegas

BOSTHOMSON, KENDAL – Komisi B DPRD Kabupaten Kendal, mendesak Pemerintah Kabupaten untuk lebih serius menangani pemindahan pedagang Pasar Weleri ke pasar relokasi di Kompleks Terminal Bahurekso.

Pasalnya, hingga kini masih banyak pedagang enggan menempati pasar darurat yang telah disediakan pemkab tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kendal, Dian Alfat Muhammad, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/3/2022). Menurutnya, Pemkab harus tegas menangani persoalan relokasi pedang Pasar Weleri.

Ditandaskan oleh Politisi Muda PKB tersebut, ketidaktegasan pemerintah justru akan merugikan para pedagang kecil yang sedang berusaha bangkit pasca lapak dagangannya di Pasar Weleri terbakar tahun lalu.

“Surat himbauan yang sudah diterbitkan Pemkab melalui Disdag seharusnya dikawal dan ditindaklanjuti. Jika masih belum diindahkan oleh para pedagang, pasti ada permasalahan dan itu harus segera diselesaikan. Jadi jangan dibiarkan berlarut,” tandasnya.

Lebih lanjut, Dian Alfat mengungkapkan, dirinya bersama anggota Komisi B telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) meninjau lokasi pasar darurat.

Dalam sidak itu, katanya, melibatkan OPD terkait, yakni Dinas Perdagangan di kompleks terminal Pasar Bahurekso pada Jumat (4/2/2022) pekan lalu.

“Dari hasil sidak tersebut, kami mendapati adanya persoalan kenapa pedagang masih enggan menempati pasar relokasi yang telah disediakan Pemkab Kendal. Salah satunya karena adanya pungutan parkir yang dilakukan oknum selain parkir resmi di pintu masuk pasar relokasi,” ungkap Dian Alfat.

Menurutnya, selain tegas terhadap persoalan pungutan parkir liar tersebut, Komisi B juga meminta pemkab tegas mengajak para pedagang untuk menempati pasar relokasi yang telah disediakan.

“Kasian mereka yang sudah menempati, sementara yang lain masih berjualan di luar,” imbuh Dian Alfat.

Ditambahkan, persoalan pemindahan Pasar Weleri bisa diselesaikan dengan ketegasan sikap dari pemkab.

Selain itu, dia juga meminta pemkab untuk melibatkan para pihak terkait, termasuk paguyuban pedagang Pasar Weleri, untuk duduk bersama memecahkan persoalan yang selama ini dikeluhkan pedagang.

Dari informasi yang dihimpun, sebagian pedagang Pasar Weleri telah menempati pasar relokasi yang telah disediakan. Namun jumlahnya baru sekira 30 persen dari total pedagang Pasar Weleri.

Sementara sebagian lainnya memilih berjualan di beberapa titik pasar lain yang ada di sekitar Weleri.

Sementara itu, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki rencananya hari ini mengunjungi pasar relokasi dan menemui para pedagang. (Win)