Perasaan Wisudawan Daring Asal Kendal : Dari Sedih, Haru Hingga Optimis

BOSTHOMSON, KENDAL- Pandemi Covid-19 bukan saja berdampak kepada kalangan pebisnis, tetapi juga merambat hingga ke dunia pendidikan khususnya mahasiswa yang melakukan kegiatan wisuda secara online.

Situasi pandemi Covid-19 inilah yang menjadi tantangan sesungguhnya bagi wisudawan Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang ke-86, yang digelar secara virtual (27/10/2021).

Acara wisuda ke86 Universitas Stikubank Unisbank Semarang diikuti oleh 575 wisudawan dari diploma, sarjana, pascasarjana secara zoom meeting dari rumah masing-masing wisudawan.

Seperti yang dilakukan Arif Budi Muhtiyarto, salah satu wisudawan dari Program Studi Sistem Informasi, yang tak pernah membayangkan momen kebahagiaan akhir pendidikannya harus dilakukan secara online.

“Wisuda adalah masa paling dinanti oleh mahasiswa. Setelah berjuang mati-matian mengerjakan skripsi, proses kuliah yang panjang dan melelahkan, wisuda sepantasnya menjadi ajang memetik segala hasil,” ujarnya, saat ditemui di rumahnya di Dusun Manggung Desa Peron Kecamatan Limbangan, Rabu (27/10/2021).

Arif bersama kedua orangtuanya berfoto bersama setelah melaksanakan wisuda online ke 86 Universitas Stikubank Unisbank Semarang, Rabu (27/10/2021).
Arif bersama kedua orangtuanya berfoto bersama setelah melaksanakan wisuda online ke 86 Universitas Stikubank Unisbank Semarang, Rabu (27/10/2021).

Arif yang bekerja sebagai karyawan di salah satu media tersebut mengaku, wisuda juga bisa dianggap momen untuk meluapkan kebahagiaan bersama teman-teman kuliah. Namun karena Covid-19, semua ekspetasi itu terpaksa diredam.

“Pandemi Corona memaksa orang-orang harus menjaga jarak dan tak boleh berkerumun. Jadi kami terpaksa harus merayakannya di rumah masing,” ucapnya.

Wisuda online juga membuat Arif tak dapat merayakan kebahagiaan bersama teman kampus yang berjuang bersama menuju puncak.

Padahal, menurutnya, proses perkuliahannya selama ini dilalui bersama teman-teman mulai dari penyusunan skripsi hingga sidang.

“Perasaan saya campur aduk, apalagi hanya bisa melihat teman-teman melalui video. Kendala pandemi memang menggagalkan impian wisudawan seperti saya untuk merayakan bersama-sama,” ungkapnya.

Tetapi, satu hal positif yang ia rasakan. Yaitu, ada rasa haru yang tak bisa dibendung.

Tak lupa dirinya mengucapkan terima kasih kepada Civitas Akademika Universitas Stikubank Semarang yang telah membimbing para wisudawan dengan sebaik-baiknya.

“Selain karena di momen itulah saya bisa merayakan bersama keluarga. Saya juga merasa lega, sebab telah menyelesaikan kewajiban sebagai seorang mahasiswa,” pungkas Arif. (HS).