Pemkab Kendal Resmikan Layanan Darurat 112

BOSTHOMSON, KENDAL – Layanan satu nomor untuk berbagai keadaan darurat 112, telah diresmikan oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto, Senin (1/11/2021) di Alun-alun Kabupaten Kendal.

Bupati Kendal meminta masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan 112 yang sudah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal, berkaitan dengan kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Kendal.

“Layanan satu nomor 112 merupakan layanan bebas pulsa yang bisa di hubungi selama 24 jam penuh, saat ada kejadian darurat seperti kebakaran, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, orang hilang, kecelakaan dan lain-lain,” tutr Bupati.

Menurut Dico layanan tersebut memiliki tujuan untuk menyampaikan semua aspirasi pengaduan masyarakat Kabupaten Kendal terkait penanganan darurat bencana. Tentunya hal ini harus didukung operator yang humanis namun sigap dalam menanggapi laporan.

“Pemkab Kendal mendukung keberadaan aplikasi 112, saya berharap layanannya bisa lebih maksimal dan masyarakat mau berperan aktif memanfaatkan layanan 112 ini. Untuk itu saya juga meminta bantuan kepada teman-teman wartawan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait layanan 112,” ungkap Dico.

Bupati berharap, dengan diluncurkannya satu nomor aduan untuk berbagai keadaan darurat ini, lebih meningkatkan kualitas layanan dan memberikan jaminan kepastian penyelesaian pengaduan masyarakat.

“Selain itu 112 bisa memberikan tindak lanjut penyesuaian secara aktif dan responsif sesuai dengan tugas dinas terkait,” imbuh Dico.

Acara kemudian dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran, dengan sasaran penanganan lapak tambal ban.

Dalam kesempatan tersebut, baik Bupati dan Wakil Bupati mencoba memadamkan api dengan dibantu oleh petugas dari Damkar Kabupaten Kendal.

Usai mengikuti simulasi Bupati menegaskan, salah satu kendala di Kabupaten Kendal yakni selama ini kurang pengecekan hidran-hidran dan peralatannya. Karena menurut Dico, peralatan harus ada pemeriksaan setahun sekali.

“Terkait air, kita akan berkordinasi dengan PDAM untuk menganggarkan kebutuhan air. Tentunya harus dipisah. Jadi air untuk minum dan untuk kedaruratan dipisah. Insya-Allah akan kita lakukan dalam waktu dekat,” tukasnya.

Sementara itu, Kasi Operasional dan Pengendalian Kebakaran pada Satpol PP dan Damkar Kendal, Ria Listiana Sari mengatakan, kejadian kebakaran bisa terjadi kapan saja.

Untuk itu, pihaknya tetap melaksanakan tugas sesuai aturan dan SOP Damkar, yakni maksimal 15 menit.

Selain itu, sebelum bertindak, Damkar Kendal akan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama PLN. Karena menurutnya, kalau kelistrikan belum mati, pihaknya belum berani melakukan tindakan pemadaman.

“Kami bertindak sesuai dengan aturan dan SOP Damkar, yakni maksimal 15 menit dari pelaporan masuk harus sudah sampai di lokasi kejadian. Itu waktu terpanjang. Bisa tiga menit, empat menit. Jadi kita akan memberikan layanan prima dari manapun dan siapapun laporan akan kita tindaklanjuti sesuai SOP,” ujarnya.

Anna menjelaskan, jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Kendal selama tahun 2021 atau sepuluh bulan, tercatat sebanyak 130 kejadian kebakaran.

“Jumlah petugas Damkar ada 106 yang dibagi dalam enam sektor. Yakni Kendal, Weleri, Boja, Sukorejo dan Kaliwungu. Sedangkan untuk jumlah armada yang ready ada 11,” pungka Anna.(Hans)