Pelaksanaan vaksinasi bagi lansia di Desa Sendangdawung, Kecamatan Kangkung, Selasa (25/5/2021).

Pemdes Sendangdawung Terus Lakukan Sosialisasi Agar Lansia Tidak Takut Di Vaksin

BOSTHOMSON – Dari 90 undangan yang diberikan kepada warga lansia, hanya 45 yang hadir. Itupun hanya 42 yang bisa divaksin.

Hal ini disampaikan oleh  Sekretaris Desa Sendangdawung, Budi Ristanto pada acara Safari Vaksinasi Covid-19 untuk warga lanjut usia (Lansia) yang digelar Pemerintah Desa Sendangdawung Kecamatan Kangkung melalui UPTD Puskesmas Kangkung II, Selasa (25/5/2021).

Budi Ristanto mengatakan, pemberian vaksin pada kelompok lansia diharapkan bisa ikut melindungi orang lain yang belum mendapat vaksin.

“Yakni mencegah terjadinya infeksi dan penularan atau mencegah gejala berat yang berakibat fatal jika mereka tetap terinfeksi virus,” ujarnya.

Selain itu, orang yang sudah divaksin dan beraktivitas di luar rumah diharapkan tidak membawa virus penyebab penyakit ke dalam rumah.

“Pasalnya, kini di Kendal muncul beberapa klaster, yang dilaporkan Dinas Kesehatan. Terutama klaster terbaru yang muncul yakni klaster tarawih dan lapas,” jelas Budi.

Diungkapkan, dari 90 undangan yang disampaikan pihaknya kepada warga lansia, hanya 45 yang hadir. Itupun hanya 42 yang bisa divaksin.

“Alasannya ya macam-macam. Terutama mereka merasa takut, kalau divaksin malah akan sakit. Bahkan ada yang takut kalau divaksin akan meninggal seperti yang disiarkan televisi,” terang Budi

Untuk itu, pihaknya akan terus berusaha mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, pentingnya vaksinasi Covid-19

“Kami tetap akan panggil warga khususnya lansia agar tetap bisa mengikuti kegiatan vaksinasi ini. Harapan kami 200 lansia di desa kami bisa tervaksin semua,” harap Budi.

Untuk itu dirinya juga mengajak kepada masyarakat khususnya Sendangdawung untuk terus menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Meskipun nanti sudah di vaksinasi kita tetap harus melaksanakan program kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) meskipun kita telah divaksinasi. Karena kemungkinan kita untuk terpapar virus akan tetap ada namun kemungkinan untuk penderita gejala parah akan semakin kecil,” ujarnya.

Salah seorang peserta vaksinasi, Rupa’i (62), mengaku lega setelah divaksin dan tidak merasakan sakit. Dirinya juga mengaku datang atas inisiatif dan kesadaran sendiri.

“Saya tidak merasa sakit, dan saya sekarang merasa lega, karena sudah divaksin. Terimakasih kepada Pemerintah Desa Sendangdawung dan puskesmas,” ungkapnya. (Hans).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *