Pelaksanaan Shalat Idul Adha Di Pucangrejo Diperbolehkan Namun Hanya Jamaah Laki-Laki Dewasa

BOSTHOMSON, KENDAL – Pemerintah Desa Pucangrejo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal memperbolehkan warganya untuk melaksanakan sholat Idul Adha namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Pucangrejo Agus Riyanto, Senin (19/7/2021). Sholat Idul Adha hanya diikuti oleh jama’ah laki – laki dewasa dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Sholat Idul Adha besok cuma diikuti oleh jamaah dewasa, perempuan dan anak-anak tidak disarankan, dan untuk penangannya kami melibatkan Pemdes, Takmir Masjid, Banser dan Linmas dan sudah terbagi tugasnya,” jelas Kades Pucangrejo.

Kades Pucangrejo juga melarang orang asing mengikuti sholat jamaah sholat idul adha di semua masjid atau tempat yang ada di desa Pucangrejo.

“Untuk masjid Baitul Muttaqien bila ada penunggu pasien atau pasien RS Baitul Hikmah juga dilarang mengikuti sholat idul adha di masjid atau mushala desa kami,” tandasnya.

Lebih lanjut, Agus Riyanto menjelaskan sebelum pelaksanaan shalat masjid atau mushala yang digunakan wajib dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Di desa kami total ada tiga masjid dan 17 mushala. Namun dalam pelaksanaan idul adha nanti ditetapkan hanya di tiga masjid dan satu mushala,” katanya.

Sementara itu terkait penyembelihan hewan Qurban, dirinya belum bisa memberi jawaban. Hal itu dikarenakan masih dalam pembahasan dan diputuskan nanti malam.

Menurutnya, setiap masjid/mushala/lingkungan RT/RW wajib melaporkan jumlah hewan qurban,tempat pelaksanaan penyembelihan dan petugas yg melaksanakan penyembelihan hewan qurban.

“Untuk titik tempat penyembelihan hewan qurban diputuskan nanti malam. Karena sesuai ketentuan dari Depag, penyembelihan dapat dilakukan sehari setelah shalat idul adha,” ungkapnya.

Selain itu, imbuh Agus, dalam hal pengamanan, pihaknya akan memakaikan ID card bagi seluruh panitia, yang menandakan mereka resmi yang bertugas.

“Panitia ini nanti disamping melakukan penyembelihan, pencacahan dan pembagian daging qurban, tugasnya juga mengatur agar dalam pelaksanaan penyembelihan tidak banyak kerumunan warga yang menonton,” pungkasnya. (Win).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *