Pelaksanaan Shalat Id Desa Pucangrejo Berjalan Tertib Dengan Prokes Yang Ketat

BOSTHOMSON, KENDAL – Meski pemerintah telah mengimbau agar masyarakat dalam menjalankan Shalat Idul Adha 1442 H dilaksanakan di rumah masing-masing, namun sebagian besar masyarakat di Kendal tetap melakukan berjamaah baik di masjid maupun mushala.

Seperti yang dilakukan warga Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, yang melaksanakan kegiatan Shalad Id di masjid-masjid dan di mushala di desanya.

Kepala Desa Pucangrejo, Agus Riyanto menjelaskan, hal ini dilakukan setelah dilakukan rapat koordinasi antara pemerintah desa dengan takmir masjid, Linmas, Ormas dan Banser beberapa waktu lalu.

“Desa Pucangrejo sendiri ada tiga masjid dan 17 mushala. Namun, dalam pelaksanaan Shalat Id, hanya tiga masjid dan satu mushala yang dipergunakan,” jelasnya, usai mengikuti Shalat Idul Adha, Selasa (20/7/2021).

Dari hasil musyawarah tersebut, membuahkan beberapa kesepakatan yang dituangkan dalam aturan, untuk pelaksanaan Shalat Id. Terutama penerapan protokol kesehatan.

Beberapa aturan yang sudah menjadi kesepakatan bersama yakni salah satu yang utama adalah, jamaah Shalat Id yang diperolehkan hanya laki-laki dewasa.

“Bagi anak-anak dan perempuan cukup di rumah saja. Sedangkan yang sedang sakit dilarang mengikuti Shalat Id,” tandas Agus.

Selanjutnya, setiap jamah utk mengikuti prokes yg dianjurkan (5 M). Petugas yang menangani Shalat Id dikoordinir perangkat desa, linmas dan Banser.

“Kemudian, di setiap masjid atau lingkungan yang melaksanakan sholat idul adha disediakan oleh desa masker sebanyak dua box,” tukas Agus.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Baitul Shodiqin, H Nur Syahid mengatakan, dalam kesepakatan juga diatur, jamaah yang mengikuti Shalat Idul Adha harus berwudlu dan mencuci tangan dari rumah.

“Petugas di tempat Shalat Ied mengatur pelaksanaan tentang jaga jarak dan prokes. Selain itu orang asing dilarang mengikuti sholat jamaah Shalat Id di semua masjid atau tempat yang ada di desa Pucangrejo,” terangnya.

Selanjutnya, lanjut Nur Syahid, semua petugas di lapangan tegas menegur, apabila ada ada warga yang tidak disiplin maupun tidak mengikuti protokol kesehatan.

“Dari perangkat desa dibagi bertugas di titik pelaksanaan Shalat Idul Adha. Khusus untuk masjid Baitul Muttaqien bila ada penunggu pasien/pasien Rumah Sakit Baitul Hikmah dilarang mengikuti Shalat Idul Adha,” pungkas Nur Syahid. (Hans).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *