Pasien RSUD dr Soewondo Kendal Kini  Boleh Dijenguk

BOSTHOMSON,KENDAL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo Kabupaten Kendal mulai hari ini, Jumat (1/10/2021) sudah membuka jam besuk pasien yang rawat inap bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Plt Direktur RSUD dr Soewondo Kendal, dr Saekhu. Menurutnya, tujuan dibukanya jam besuk ini, sebagai terapi psikologis pasien, karena kalau dibesuk bisa membuat semangat pasien untuk sembuh.

“Selain itu, ini juga dilakukan dengan menurunnya jumlah terpapar Covid-19, sehingga tidak ada lagi pasien Covid yang dirawat di RSUD,” terangnya.

dr Saekhu menjelaskan, sudah hampir dua minggu ini, RSUD tidak ada pasien Covid.

“Sehingga kami mempersilahkan masyarakat yang ingin menjenguk keluarga atau kerabatnya. Namun tentunya harus mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” jelasnya.

dr Saekhu menambahkan, saat ini pasien umum biasa yang dirawat dibawah 50 persen dari total jumlah tempat tidur 249.

“Ya kadang ada 80, kadang 86 (jumlah pasien). Jadi tidak sampai 100 pasien yang rawat inap tiap harinya,” jelasnya.

dr Saekhu berharap kepada masyarakat, apabila merasakan sakit segera berobat di rumah sakit dan jangan merasa takut.

“Jadi tidak benar itu isu kalau periksa di rumah sakit akan di-covidkan. Karena semua dilaksanakan sesui protap. Jika ada pasien bergejala, kita akan periksa suhu tubuhnya dan akan kita swab kalau suhunya menunjukkan gejala Covid,” ungkapnya.

Plt Direktur RSUD Kendal, dr Saekhu saat berbincang dengan calon pasien
Plt Direktur RSUD Kendal, dr Saekhu saat berbincang dengan calon pasien

Sementara itu, Humas RSUD dr Soewondo, dr Muhammad Wibowo menjelaskan, meski sudah dibuka, namun pihaknya membatasi waktu berkunjung atau waktu besuk.

“Jam besuk yakni 15.30 – 17.30 WIB, dengan jumlah pembesuk masing-masing pasien hanya 2 orang dan waktunya hanya 15 – 30 menit,” jelasnya.

Selain itu yang terpenting, penjenguk harus bisa menunjukkan kartu sertifikat sudah divaksin, suhu tubuhnya dibawah 37 derajat dan mematuhi protokol kesehatan.

“Kalau tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksin, penjenguk bisa juga menunjukkan kartu vaksin,” pungkas dokter Bowo sapaan akrabnya. (Hans).