Pandemi Covid-19, Peningkatan Kepesertaan Aktif BP Jamsostek Cabang Kendal Tunjukan Tren Positif

* Kinerja Semester I Tahun 2021 Diapresiasi

*Total Klaim Kasus Jaminan Turun

BOSTHOMSON, KENDAL – Kepala BP Jamsostek Cabang Pemuda Semarang, Teguh Wiyono mengapresiasi kinerja BP Jamsostek Cabang Kendal, di semester I tahun 2021, yang menunjukan tren positif peningkatan kepesertaan aktif baik indikator pemberi kerja maupun tenaga kerjanya. Tahun 2021, per 30 Juni kepesertaan aktif pemberi kerja tumbuh 7,47 persen atau sebanyak 184 pemberi kerja. Tercatat tahun 2020 lalu sebanyak 2,278 pemberi kerja, namun di bulan yang sama tahun ini mengalami penambahan sebanyak 2,462 pemberi kerja.

“Dilihat dari indikator tenaga kerjanya, dari empat kategori, yang mengalami penurunan kepesertaannya hanya pada pekerja migran Indonesia. Sedangkan penerima upah, bukan penerima upah dan jasa kontruksi justru meningkat. Ini kinerja yang cukup baik, karena di tengah pandemi Covid-19, beberapa kategori grafiknya naik,” kata Teguh Wiyono, saat press rilis Capaian Kinerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendal Semester 1 Tahun 2021, via zoom meeting bersama wartawan, Jumat (16/7/2021). Apresiasi itu disampaikan setelah mendengarkan paparan dari Kepala BP Jamsostek KCP Kendal, Suriyadi, yang dipandu oleh dua staffnya Luthfi dan Wendi.

Teguh Wiyono mengungkapkan, pertumbuhan kepesertaan aktif pada kategori penerima upah sebanyak 5,423 orang, atau dengan prosentasenya 14,27 persen. Yakni dari tahun lalu 32,588 orang pada tahun ini sebanyak 38,011 orang. Sedangkan pada kategori bukan penerima upah mengalami pertumbuhan sebesar 26,26 persen atau riil angkanya 2,56 kepesertaan aktif. Tahun lalu ada 5,774 orang dan tahun ini sebanyak 7,830 orang.

Untuk jasa kontruksi meningkat cukup banyak dibandingkan dua kategori lainya, yakni tumbuh sebanayak 7,182 kepesertaan aktif, dengan prosentase 54,32 persen. Per 30 Juni tahun lalu ada 6,040 orang dan tahun ini sebanyak 13,222 orang,” ungkapnya.

Teguh Wiyono menyatakan, dari empat kategori yang ada, pada kategori tenaga migran Indonesia turun signifikan. Turunnya kepesertaan aktif dari kategori ini dinilai sebagai suatu yang wajar. Pasalnya di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia ini banyak negara yang memasok tenaga kerja sektor non formal dihentikan sementara. Sehingga pengerah jasa tenaga kerjapun tidak mengirimkan tenaga kerjanya ke agency resmi yang ada di negara tujuan tenaga kerja non formal.

“Kategori pekerja migran Indonesia, kepesertaan aktifnya alami minus 2,176, dengan peosentase minus 76,62 persen. Dari tahun lalu sebanyak 5,016 pekerja migran dan tahun ini hanya tinggal 2, 840 pekerja migran yang masih aktif kepesertaanya,” tandasnya.

Menurut Teguh Wiyono, meski di masa pandemi dan berlangsungnya PPKM darurat, BP Jamsostek akan berupaya penuh memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Klaim pembayaran dapat dilakukan oleh masyarakat secara online 24 jam non stop melalui lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id Layanan berbasis online tersebut akan terhubung di semua jaringan nasional untuk memberikan pelayan dengan cepat.

“BP Jasmsostek juga memberikan pelayanan langsung terbatas dengan sistem dropbox yang ada di kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Ini upaya kami untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” timpalnya.

KLAIM KASUS JAMINAN TURUN

Di tahun ke-2 pandemiCovid-19, klaim kasus jaminan melalui BP Jamsostek Cabang Kendal mengalami penurunan. Pada awal pandemi semester 1 periode 2020, total klaim kasus yang ditanganinya mencapai 4.469 kasus senilai Rp 29,3 miliar. Jumlah kasus turun 1.018 menjadi 3.451 kasus pada 2021 di semester yang sama. Angka penurunan dipengaruhi oleh turunnya besaran klaim pembayaran untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan hari tua. Kendati pembayaran jaminan kematian dan jaminan pensiun mengalami peningkatan.

Kepala BP Jamsostek KCP Kendal, Suriyadi menambahkan, pembayaran klaim jaminan kecelakaan kerja turun dari 27 kasus senilai Rp 1,01 miliar menjadi 6 kasus Rp 641 juta. Begitu juga klaim jaminan hari tua dari 3.562 kasus senilai Rp 26,3 miliar menjadi 2.165 kasus Rp 25,6 miliar. Namun, klaim jaminan kematian mengalami tren kenaikan dari 44 kasus Rp 1,5 miliar menjadi 84 kasus Rp 3,6 miliar. Diikuti juga klaim jaminan pensiun dari 836 kasus Rp 429 juta menjadi 1.196 kasus Rp 817 juta.

“Total pembayaran jaminan atau klaim di semester 1 tahun 2021 ini turun 1.018 kasus atau 4,71% dengan nominal Rp 1,3 miliar,” pungkasnya. (*)

Editor: Abi Zhaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *