Kadivpas Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah Syafar Pudji Rochmadi membeli telur ayam dari Peternakan Bledder Agro Farn Lapas Terbuka Kendal, Minggu (18/04/2021)

One Day One Prison’s Product, Lapas Terbuka Giatkan Penjualan Produk Karya Warga Binaan

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bersama UPT Pemasyarakatan se-Indonesia menggelar kegiatan One Day One Prison’s Product yakni gerakan membeli dan memakai produk karya warga binaan.

Kegiatan dalam rangka perayaan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-57 telah dimulai sejak 1 April dan akan dilakukan hingga puncak peringatan pada 26 April mendatang.

Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, A Yuspahrudin yang diwakili oleh Kadivpas, Syafar Pudji Rochmadi membeli 30 kg telur ayam dari Peternakan Bledder Agro Farn Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal.

Kadivpas Syafar Pudji Rochmadi mengatakan, kegiatan ini merupakan dukungan untuk meningkatkan produktivitas warga binaan pemasyarakatan melalui pembelian produk warga binaan dalam satu hari (26 April 2021) oleh petugas pemasyarakatan dan masyarakat. “Yuk tunjukkan dukungan kegiatan ini, agar warga binaan semakin semangat berkarya,” kata Syafar Pudji Rochmadi, Minggu (18/4/2021).

Syafar Pudji  menambahkan setiap petugas pemasyarakatan wajib membeli produk warga binaan pemasyarakatan dalam kurun waktu 1 s/d 25 April 2021. Selanjutnya, produk yang dibeli tersebut, dipakai dan ditunjukkan pada tanggal 26 April 2021 melalui media sosial pribadi maupun dinas.

“Setiap petugas pemasyarakatan wajib mempublikasikan dengan menampilkan produk yang dibeli dan dipakai ataau ditunjukkan beserta bukti pembelian melalui media sosial pribadi dan dinas dengan hastag #AkuBeliProdukNapi, sebagai bagian dari pemasaran produk narapidana,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Rusdedy mengatakan, pembelian telur dari peternakan Lapas Terbuka Kendal oleh kantor wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, merupakan bentuk dukungan pimpinan terhadap produk karya warga binaan pemasyarakatan.

Rusdedy berharap, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh seluruh jajaran Kemenkumham se-Jawa Tengah, tetapi juga dukungan dari pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, serta instansi pemerintah lainnya untuk membeli produk karya narapidana.

“Tentunya bukan hanya produk dari Lapas Terbuka Kendal saja, tapi juga produk-produk unggulan Lapas dan Rutan se Jawa Tengah,” Ujarnya.

Usai Kegiatan tersebut UPT Pemasyarakatan yang menjual produk wajib merekap dan melaporkan hasil penjualan (omzet) dan nilai PNBPnya.(Win)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *