Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay

Mudik, Warga Dari Luar kendal akan Di Isolasi 5 Hari

KENDAL – Dalam upaya mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal, Dinas Kesehatan Kendal  telah menyiapkan 1.000 reagen rapid tes antigen yang akan digunakan untuk skrining Covid-19 di pusat keramaian dan perbelanjaan pada dua pekan terakhir menjelang lebaran Idulfitri.

Hal ini dilakukan guna mengetahui perkembangan kasus Covid-19 di pertengahan Ramadan 2021 di Kendal. Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, saat ini Dinkes memiliki 6.900 reagen dan akan ditambah lagi sebanyak 2.800 reagen.

Dan sebanyak 1.000 reagen akan dioptimalkan untuk skrining guna melihat perkembangan kasus setelah adanya kebijakan kelonggaran kegiatan sejak 1 bulan terakhir, seperti kelonggaran buka bersama dengan prtokol kesehatan, diperbolehkannya salat tarawih jamaah di masjid atau musala dengan pembatasan kapasitas, dan kembalinya aktivitas masyarakat era new normal setelah dilakukan pembatasan ketat dalam berkegiatan.

“Mulai pertengahan Ramadan ini, tim penindakan tetap akan melaksanakan tindakan bagi mereka yang tak patuh prokes. Dari Dinkes, turun tenaga medis ke pusat keramaian dengan mengambil sampel rapid tes antigen bagi siapa saja untuk mengetahui perkembangan Covid-19 apakah benar-benar sudah stabil atau masih banyak yang belum terdeteksi,” terangnya, Rabu (28/4/2021).

Ferinando menambahkan timnya akan bergerilya minimal di 10 titik berbeda yang dijadikan pusat keramaian warga. Masing-masing diberikan alokasi 100 reagen untuk dilakukan tes rapid antigen bagi pengunjung, pedagang, ataupun karyawan swalayan.

“Terkait evaluasi perkembangan kasus Covid-19 di Kendal. Kami juga bekerjasama dengan pihak terkait untuk antisipasi masyarakat luar yang masuk ke Kendal, bisa dalam rangka mudik atau lainnya. Stagas juga kemarin diimbau untuk melakukan pengetatan perbatasan untuk mencegah terjadinya arus mudik, warga India yang hendak masuk ke Kendal, dan juga upaya mencegah masuknya varian baru virus Corona,” katanya.

Terkait pengaturan mudik lebaran Idulfitri, Ferinando menjelaskan, pihaknya sudah berkordinasi dengan pimpinan daerah, Sekretaris Daerah, Kapolres hingga Dandim.

Rencananya, dibentuk surat edaran pengaktifan Satgas Covid-19 tingkat desa agar kembali mengawal dan mengawasi siapa saja yang datang ke desa dari luar kota/kabupaten dan luar negeri, salah satu isinya yakni warga yang datang dari luar Kendal harus melakukan isolasi mandiri selama 5 hari yang dipantau oleh Pemerintah Desa. Satgas desa berkewajiban melaporkan data warga yang menjalani karantina untuk ditindaklanjuti dengan rapid tes antigen dua kali oleh petugas kesehatan Puskesmas.

“Soal kebutuhan isolasi di tingkat desa merupakan kewajiban Pemdes. Kalau tidak bisa, isolasi ditarik ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC),” jelasnya.(Win)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *