Kapolres Kendal AKBP Raphael Shandy Cahya Priambodo saat Konfrensi Pers di Mapolres Kendal menghadirkan tersangka Feri alias Mbah Wongso,Rabu (07/04/2021).

Mengaku Dukun, Pria Asal Cepiring Cabuli Gadis Belia hingga 10 kali

Kendal –  Seorang warga Desa Cepiring Kecamatan Cepiring nekat mencabuli gadis usia belasan tahun. Aksi pencabulan dilakukan oleh Feri Magiyum alias Mbah Wongso (39) hingga 10 kali dengan dalih sebagai orang pintar (dukun).

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Kendal AKBP Raphael Shandy Cahya Priambodo saat menggelar konfrensi Pers di Mapolres Kendal, Rabu (07/04/2021).

Mbah Wongso yang mengaku baru setahun mendirikan praktik perdukunan tersebut diamankan petugas jajaran Sat Reskrim Polres Kendal saat berada di dalam rumahnya.

Kapolres mengatakan penangkapan terhadap tersangka Feri alias Mbah Wongso berawal setelah ada laporan dari salah satu korban berinisial O yang datang bersama orang tuanya ke Unit PPA Polres Kendal terkait peristiwa yang dialaminya pada Kamis (01/4/2021) lalu.

“Tersangka kami tangkap dirumahnya yang juga merupakan TKP pencabulan, tersangka mengaku orang pintar yang bisa menyembuhkan penyakit atau merekatkan hubungan asmara,” Ungkap Kapolres Kendal AKBP Raphael Shandy Cahya Priambodo

AKBP Raphael menambahkan,  perbuatan tersangka Feri alias Mbah Wongso sudah dilakukan sebanyak 10 kali dalam mencabuli korbannya dalam kurun waktu dua bulan bersamaan dengan acara ritual.

“Kesempatan itu digunakan tersangka untuk mencabuli korban dengan modus nya memberikan jimat – jimat pengasihan kepada korban, dan ini tidak satu kali dilakukan, sepuluh kali berulang – ulang ,” sambung Kapolres.

Sementara itu, tersangka mengaku mencabuli korban yang tak lain adalah teman dari anaknya sendiri pada saat melakukan proses ritual. Ia mengaku sudah lama berpisah dari Istrinya.

“Saya sudah lama ditinggal istri, praktik ini sudah saya lakukan selama satu tahun terakhir,” ujar tersangka.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua buah keris kecil, minyak samber iler, kalung giok dan batu akik.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 81 ayat (1) dan atau Pasal (2) dan atau Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan acaman hukuman 15 tahun penjara.(Win)