Mediasi Berjalan Lancar, Rumah Sri Utami di Desa Krajankulon Kaliwungu Diprioritaskan 2022

BOSTHOMSON, KENDAL – Pertemuan mediasi antara Kepala Desa Krajankulon dengan Keluarga Nenek Sri Utami (61) warga Dukuh Jambet Sari, Desa Krajankulon Kecamatan Kaliwungu menghasilkan kesepakatan, dengan direalisasikan perbaikan rumah di tahun 2022 nanti.

Mediasi yang dihadiri Anggota Komisi A Muhammad Tommy Fadlurohman dan Kepala Desa Krajankulon Abdul Latif beserta perangkatnya, dalam rangka meluruskan kejadian yang sebenarnya, di Kediaman Sri Utami, Sabtu (16/10/2021)

Seperti diberitakan sebelumnya, rumah nenek Sri Utami yang dihuni bersama anak, menantu dan cucunya tersebut sempat roboh beberapa waktu lalu, sudah seharusnya mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RLTH).dari Pemerintah.

Dalam pengakuan anak dari Sri Utami, pihaknya sudah mengajukan bantuan kepada pihak desa atas robohnya bagian rumahnya. Namun sampai saat ini, belum ada bantuan perbaikan rumah dari Pemerintah.

Hal itulah yang dikeluhkan oleh Eko Supriyanto, anak Sri Utami kepada media.

Gus Tommy dan Kades Abdul Latif bersama keluarga Sri Utami dan perangkat Desa Krajankulon Kaliwungu usai acara mediasi
Gus Tommy dan Kades Abdul Latif bersama keluarga Sri Utami dan perangkat Desa Krajankulon Kaliwungu usai acara mediasi

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kendal yang akrab disapa Gus Tommy mengungkapkan, dirinya hadir dalam rangka wujud perhatian dan keperihatinan atas musibah yang menimpa keluarga Sri Utami.

Hal ini terkait adanya keluhan anak dari Sri Utami yang menyatakan belum adanya bantuan yang disalurkan untuk perbaikan rumahnya yang sempat roboh beberapa waktu lalu.

“Pada prinsipnya kami dari unsur perwakilan pemerintah dan juga pemerintah desa terkait rumah warga yang terkena musibah masalahnya hanya mis komunikasi dan sudah diselesaikan,” ungkap Politisi Partai Golkar tersebut.

Gus Tommy menegaskan, nantinya untuk rumah Sri Utami yang sempat roboh, akan diprooritaskan di tahun 2022.

“Insya Allah saya akan mengawal secara langsung hadirnya pemerintah desa untuk warga yang terdampak musibah. Saya berharap yang akan datang, di tahun 2022, rumah warga yang tidak layak bisa diprioritaskan dan direalisasikan, agar bisa sesuai harapan warga yang terkena musibah,” ujarnya.

Gus Tommy juga menegaskan dirinya akan siap mengawal dengan penuh waktu demi menerima aspirasi masyarakat.

“Insya Allah saya akan mengawal ini 27 jam. Artinya saya selalu siap apabila dibutuhkan warga. Apalagi ibu Sri Utami beserta keluarga dan warga Desa Krajankulon adalah warga dapil saya. Jadi saya harus ikut mengawal,” tandasnya.

Kepala Desa Krajan Kulon, Abdul Latif mengatakan, masalah ini sebenarnya hanya kesalahpahaman saja. Namun dirinya bersyukur, pada pertemuan siang ini ada titik temu dan solusi.

“Alhamdulillah semua sudah tabayun dimediasi juga dengan Gus Tommy dan saya meminta maaf atas kejadian kemarin. Kami dari pemdes Krajankulon menerima semua kritik yang disampaikan siapapun demi kemajuan desa,” ungkapnya.

Latif juga mengaku, ini sebagai acuan dirinya untuk lebih selektif lagi dalam penyaluran bantuan. Sehingga kedepannya, tidak ada warga yang terlewatkan.

“Mudah-mudahan ke depannya kami akan lebih selektif lagi dan perbaikan rumah warga ini bisa terealisasi dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu Sri Utami melaui anaknya, Eko Supriyanto, meminta maaf kepada pihak Pemerintah Desa Krajankulon atas kejadian ini.

“Saya memohon maaf kepada pihak Pemdes Krajankulon dan warga Jambet Sari atas kejadian ini. Terima kasih juga kepada Gus Tommy dan bapak Kades sehingga mediasi ini menghasilkan yang positif,” pungkasnya.

Diketahui rumah Sri Utami dengan panjang 14 meter dan lebar 7 meter dengan berlantaikan tanah, dan berdindingkan papan yang di beberapa bagian sudah lapuk. (Hans).