Masyarakat Jatipurwo Rowosari, Antusias Ikuti Sosialisasi dari BKKBN dan Anggota Komisi IX DPR RI

BOSTHOMSON, KENDAL – BKKBN Provinsi Jawa Tengah bersama Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Tuti Nursandari Roosdiono memberikan sosialisasi Bangga Kencana kepada warga Desa Jatipurwo Kecamatan Rowosari, di GOR Desa Jatipurwo, Selasa (26/10/2021).

Tuti melalui virtual menyampaikan terima kasih kepada warga Jatipurwo, yang hadir dalam acara sosialisasi BKKBN bersama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kendal.

Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kendal, Munawir yang sudah mengajak warga di wilayah Rowosari untuk mengikuti kegiatan sosialisasi BKKBN ini.

“Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu yang sudah rawuh dalam acara sosialisasi dari BKKBN, untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan keluarga yang sejahtera, serta mencegah dan menangani masalah stunting,” ungkapnya.

Tuti menegaskan, bahwa BKKBN saat ini bukan hanya membicarakan masalah KB saja atau dua anak cukup saja. Namun juga mensosialisasikan dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera dan juga kependudukan,” imbuhnya.

Disisi lain lanjut Tuti, Presiden RI Joko Widodo sudah mencanangkan untuk mencegah peningkatan jumlah anak stunting di Indonesia.

“Karena stunting bisa menghambat lahirnya generasi muda yang berkualitas, sehat, cerdas dan kuat untuk penerus pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Caranya dengan mengikuti program yang dicanangkan pemerintah melalui BKKBN,” imbuh Tuti.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kendal, Munawir dalam sambutannya mengingatkan kepada warga untuk merencanakan pernikahan, sehingga bisa membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera.

“Saya mengingatkan kepada masyarakat di Kabupaten Kendal, khususnya warga Rowosari, agar merencanakan semuanya saat akan melaksanakan pernikahan. Jadi jangan sampai menikah di uska dini dan belum siap. Kalau mau menikah itu harus punya rencana, punya plening dan punya persiapan. Selanjutnya juga siap mental dan materi,” ujarnya.

Selain itu, Munawir mengingatkan kepada warga, karena masih pandemi harus terus mengikuti imbauan pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Untuk menjaga pencegahan Covid, saya harap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Caranya dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan. Biar Kendal turun ke level 1,” imbuhnya.

Sisbudi selaku Tenaga Ahli Anggota Komisi IX DPR RI Tuti Nusandari Roosdiono memberikan sambutan
Sisbudi selaku Tenaga Ahli Anggota Komisi IX DPR RI Tuti Nusandari Roosdiono memberikan sambutan

Sementara itu Peneliti Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Najib dalam sosialisasinya memaparkan, BKKBN sesuai peraturan baru, juga menangani kependudukan.

“Seperti yang disampaikan ibu Tuti, jadi BKKBN bukan hanya menangani terkait KB, terkait alat-alat KB, terkait keluarga berencana dengan cukup dua anak saja. Namun juga mendapat tugas baru yakni menangani kependudukan dan mencegah stunting,” paparnya.

Najib menjelaskan, sosialisasi penguatan pendataan keluarga perlu dilakukan mengingat tahun 2021 ini, merupakan tahun pelaksanaan pendataan keluarga (PK). Dimana hasil PK sangat bermanfaat dalam menyusun rencana serta evaluasi kinerja terkait kependudukan, serta aspek pembangunan lainnya.

Menurutnya, sosialisasi yang menyasar keluarga-keluarga perdesaan itu selain penguatan PK, juga menggaungkan kegiatan strategis lainnya yaitu penuruanan stunting dengan sasaran spesifiknya kelompok remaja dan calon pasangan usia subur serta calon pengantin.

”Remaja dibekali pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, konsep pernikahan serta kehamilan, dan keluarga juga akan dibekali informasi tentang penggunaan dan pemanfaatan alat dan obat kontrasepsi sebagai media perencanaan dalam kehamilan dan penjaranagn jarak hamil,” jelas Najib.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Rowosari, Saefudin mengatakan di wilayah Kecamatan Rowosari, dari data terakhir, tidak terdapat keluarga yang menderita stunting.

Hal ini menurutnya, melalui TP PKK di desa-desa, pihaknya meminta terkait stunting, terkait gizi harus terus disosialisasikan kepada warga.

“Alhamdulillah di Kecamatan Rowosari, sementara ini tidak ada yang menderita stunting. Karena disini gizinya terpenuhi, selain itu warga disini juga gemar makan ikan, karena dekat dengan laut utara jawa,” ungkap Saefudin.

Dengan sosialisasi Bangga Kencana ini, Saefudin berharap, masyarakat bisa merencanakan semuanya sebelum berkeluarga.

“Artinya kalau mau menikah semua harus direncanakan. Kemudian mau punya anak dan pendidikannya, semua juga harus dipikirkan. Dengan begitu, bisa melahirkan generasi emas,” harap Saefudin. (Win).