Lapas Terbuka Kendal Diproyeksi Jadi Kawasan Pertanian Terpadu dan Agrowisata

BOSTHOMSON, KENDAL – Dinas Pertanian dan Pangan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal terus mendorong pendampingan pemberdayaan masyarakat, baik kepada kelompok masyarakat maupun organisasi di Kabupaten Kendal.

Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Kendal, dan Kelompok Tani Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon, terkait dengan pemanfaatan lahan produktif, perternakan, dan perikanan.

Hal itu dituangkan dalam acara penandatanganan kerjasama dengan Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas II B Kendal Kelompok Tani Desa Bangunsari, bertempat di Lapas Terbuka Kendal di Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon, Kamis (7/10/2021).

Kepala Dinas Pe
Kadispertan Kendal, Tjipto Wahjono didampingi kalapas saat memberikan keterangan

Hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal Tjipto Wahjono, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal Hudi Sambodo, serta Pengurus Kelompok Tani Desa Bagunsari.

Penandatanganan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan, terkait pendampingan teknis budidaya tanaman pertanian, produksi ternak, dan pakan ternak.

Untuk Dinas Kelautan dan Perikanan terkait pendampingan teknis budidaya perikanan.
Sedangkan Kelompok Tani Desa Bangunsari tentang budidaya tanaman jagung untuk menopang ketahanan pangan tingkat nasional.

Kepala Lapas Terbuka Kelas II B Kendal, Rusdedy mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas terkait yang telah mensuport kegiatannya terkait dengan aktifitas yang dilakukan  di Lapas Terbuka Kelas II B Kendal, sehingga kegiatan berjalan dengan baik.

“Kami juga melaporkan bahwa dalam masa pandemi, Lapas Terbuka tetap produktif dengan pertanian, perternakan dan perikanananya, bahkan  kami mengalami peningkatan, karena sudah terarah bagaimana membudidaya tanaman dan Perikanan dengan baik. Ini semua berkat dukungan dan bimbingan dari Dinas terkait,” ungkap Rusdedy.

Dirinya juga berharap, program terpadu yang dimiliki oleh lapas terbuka ini dapat meningkat menjadi kegiatan yang terintegrasi antara pertenakan, perkebunan dan Perikanan.

“dengan harapan nantinya manfaat dari Lapas Terbuka Kendal dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Rusdedy.

Peninjauan peternakan sapi
Peninjauan peternakan sapi

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal dalam Hudi Sambodo dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya pendampingan dan pelatihan dari DKP diharapkan setelah ke luar dari sini bisa menjadi pengusaha yang bergerak dalam bidang perikanan,

“Warga binaan yang dilepas ke masyarakat nantinya, bisa mempunyai bekal ketrampilan. Baik dalam budidaya ikan maupun pengolahannya,” jelasnya.

Menurut Hudi, warga binaan yang sudah keluar dari lapas juga menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Kabupaten Kendal, sehingga pihaknya akan terus mendorong kegiatan pemberdayaan yang ada di Kabupaten Kendal.

“Dinas Kelautan dan Perikanan akan terus mendorong dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat, termasuk pendampingan di Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Tjipto Wahjono menyampaikan, bahwa pertanian di lapas terbuka memberikan warna keindahan.

“Saya berharap ke depan ini LP Terbuka benar-benar dapat membuat suasana yang menyejukan bagi setiap orang yang datang,” ujarnya.

Tjipto juga mengatakan, dengan memiliki lahan 107 hektar Lapas Terbuka Kelas IIB, jika dikelola dengan baik pasti bisa menjadi tempat yang lebih indah, bahkan dapat menjadi tempat edukasi wisata di Kabupaten Kendal.

“Kami siap membantu sarana dan prasarana untuk pengelolaan lahan pertaniannya, termasuk traktor yang sudah dioperasikan mengolah pertanian di Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan bersama dengan Kalapas serta para Kelompok Tani meninjau pengolahan hasil pertanian, peternakan dan perikanan di Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal. (Hans).