Kunjungan wakil Bupati Kendal ke Kawasan Industri Kendal, Jumat (16/04/2021)

Kunjungi KIK, Wabup Minta KIK Prioritaskan SDM Kendal

KENDAL – Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kendal, Syukron Samsul Hadi mengunjungi  Kawasan Industri Kendal (KIK),  Jumat (16/4/2021).

Kawasan Industri Kendal kini telah menjadi  destinasi unggulan dan idola baru kawasan industri di Indonesia. Baik bagi para investor luar maupun dalam negeri.

Status Kawasan Ekonomi Khusus pada KIK bisa memberikan lebih banyak keuntungan bagi investor, upah bulanan yang kompetitif dengan pekerja yang kompeten, infrastruktur makro-mikro yang memadai, kemudahan dalam berbisnis dan lokasinya yang strategis.

Hal itu disampaikan oleh Wabup usai meninjau beberapa pembangunan di KIK, diantaranya beberapa pabrik yang sedang masa konstruksi.

Wabup berharap dengan pendirian beberapa pabrik di KIK, bisa menjadi momentum mengembangkan Industri di Kendal.

“Sehingga bisa menyerap keahlian industri SDM daerah, serta menjadi spirit tersendiri bagi generasi muda Kendal. Saya minta SDM Kendal harus diprioritaskan,” ujarnya.

Dirinya juga berharap kepada KIK untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan sekolah kejuruan dan lembaga pendidikan di Kendal lainnya, dalam rangka penyerapan tenaga kerja yang sesuai dengan kemampuan.

“Selain itu juga meningkatkan kapasitas serta menghasilkan SDM daerah yang terampil di bidangnya,” pungkas Basuki.

Sementara itu Direktur KIK , Stanley Ang mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wakil Bupati Kendal di KIK.

“Terima kasih atas kunjungan bapak Wakil Bupati ke KIK. Ini bisa sebagai dukungan kepada para investor yang akan menanamkan invesnya di KIK. Sehingga KIK bisa lebih berkembang,” kata Stanley.

Stanley menjelaskan, KIK adalah pengembangan kota industri terbesar di Jawa Tengah dengan ukuran total pengembangan 2.200 hektar.

“KIK merupakan perusahaan patungan antara dua pengembang industri di Asia Tenggara, Naming Sembcorp Development Ltd dan PT Jababeka;” jelasnya.

Stanley menambahkan, KIK Kendal ini dibagi menjadi enam klaster industri yaitu makanan dan minuman, elektronik, otomotif, fesyen, furniture, dan pendukung dari lima industri tersebut seperti logistik. Dan pada Februari 2021, sudah ada 66 investor dengan nilai investasi mencapai Rp 19,2 triliun dan dapat menyerap tenaga kerja hingga sembilan ribu orang.(Win)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *