Konflik Perusakan Balai Desa Purwosari Sukorejo Akhirnya Diselesaikan Secara Damai

BOSTHOMSON, KENDAL – Forum Sekretaris Desa Indonesia (Forsekdesi) Kabupaten Kendal, mendesak penyelesaian permasalahan konflik di Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo.

Hal ini disampaikan Budi Ristanto selaku Ketua Forsekdesi Kendal, dalam pertemuan mediasi penyelesaian permasalahan di di Mapolres Kendal, Senin (19/7/2021).

Menurut Budi, akibat buntut protes warga yang menginginkan Sekretaris Desa (carik) Desa Purwosari, untuk mundur, pada Agustus 2020, 14 warga dilaporkan kepada pihak Polres Kendal.

“Pemdes melalui Sekdes melaporkan kepada pihak kepolisian, adanya tindakan pengerusakan balai desa oleh sejumlah oknum warga dan juga membuat teror kepada warga,” ujarnya.

Dijelaskan, karena sudah terjadi pembicaraan dan pembahasan, maka pada hari ini kami sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

Hal itu setelah ditetapkannya beberapa oknum warga yang melakukan pengerusakan balai desa sebagai tersangka.

“Pak Kades dan pak Sekdes Sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” ungkap Budi.

Sementara itu Kepala Desa Purwosari, Miadi mengaku, belasan warga tersebut sudah dipanggil tiga kali dan tidak datang, sehingga akan dilakukan penjemputan paksa oleh petugas.

“Saat akan dilakukan penjemputan paksa, oleh petugas kepolisian, namun kami meminta untuk tidak dilakukan. Ya bagaimanapun mereka adalah warga kami yang harus kami lindungi dan akan kami selesaikan,” kata Kades.

Miadi juga mengungkapkan, ia bersama sekretarisnya terus berusaha untuk memberikan pemahaman kepada warga. Sehingga hal-hal seperti ini tidak terulang di kemudian hari.

“Kami tahu, anak-anak ini cuma ikut-ikutan. Karena mereka tidak tahu apa-apa. Kami berikan pengertian kepada mereka untuk bersama membangun Desa Purwosari tercinta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Pelapor, Sugeng menambahkan, pertemuan hari ini dalam rangka perdamaian antara pihak terlapor dengan Sekdes Purwosari selaku pelapor.

Laporan yang dibuat bulan Agustus 2020 lalu, hari ini menemukan titik temu dan sepakat menyelesaikan secara damai.

“Perdamaian dengan dibuat hitam diatas putih ini, agar semuanya bisa terselesaikan dengan baik. Hal ini, didasarkan kebesaran hati pak Carik (sekdes) semua adalah warganya. Sehingga bisa bersama-sama membangun Desa Purwosari,” jelasnya.

Senada diungkapkan Ketua Ormas Ronggolawe, Erick yang merasa bersyukur atas penyelesaian masalah yang selama ini ia kawal menemui jalan damai.

“Hari ini kita sudah menemukan hal yang hakiki yakni perdamaian. Saya minta semua pihak menghormati dan melaksanakan apa yang sudah dinyatakan dalam pernyataan,” kata Erick.

Setelah acara pertemuan di ruang Gelar Satreskrim Polres Kendal, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan surat pernyataan oleh para pelaku pengrusakan dan pihak Sekretaris Desa Purwosari.

Poin-poin yang ada di dalam pernyataan yang ditandatangani aktara pihak pelapor dengan terlapor diantaranya :

1. Tidak akan mengulangi perbuatannya lagi dan jika mengulangi siap untuk diproses secara hukum.

2. Siap mendukung Pemerintah Desa Purwosari dalam rangka pembangunan desa.

3. Siap mendukung Sekretaris Desa untuk tetap menjabat.(Win)