Bupati Kendal Dico M Ganinduto pada acara launching penerapan aplikasi SRIKANDI di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Senin (24/5/2021).

Kendal Menjadi Yang Pertama Dalam Penerapan Aplikasi SRIKANDI

BOSTHOMSON – Kabupaten Kendal menjadi Pemerintah Daerah pertama di Indonesia yang menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dalam sistem Pemerintahan berbasis elektronik dan menjadi Pilot Project Nasional.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto pada acara launching penerapan aplikasi SRIKANDI di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Senin (24/5/2021).

Bupati Kendal Dico M. Ganinduto, B.Sc mengatakan dengan adanya SRIKANDI setidaknya bisa memberikan dampak besar pada pemerintahaan saat ini, terutama kecepatan lantaran saat ini bisa dilakukan pengecekan secara digital.

“Tentunya dengan adanya SRIKANDI ini kecepatan sudah pasti kita dapatkan. Artinya kalau kita tidak menunda–menunda pekerjaan harusnya bisa segera dijalankan, jadi ini menghindari adanya keterlambatan dalam pekerjaan,” kata Dico.

Menurut Dico melalui digital maka kecepatan tentu menjadi hal yang paling utama lantaran saat ini bisa dilakukan pengecekan kapanpun dan dimanapun dan bisa melakukan tindakan secara langsung meski sedang melaksanakan dinas diluar maupun diluar kota.

“Sebelumnya kita menggunakan kertas tentunya kita harus ada dilokasi, saat ini kita bisa melalui digital kita periksa dan kita bisa melakukan tindakan secara langsung walaupun kita berada diluar kota sedang melaksanakan dinas luar,” ujar Bupati Kendal

Dico menambahkan Aplikasi SRIKANDI pada kepemerintahan Kendal bisa menghadirkan birokrasi 4.0, sehingga otomasi, Big data analysis dan kecerdasan buatan menjadi masa depan dari Pemerintah Kabupaten Kendal

Sementara itu Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan Nasional Sumrahyadi Soemedi secara virtual mengucapkan selamat atas diluncurkannya aplikasi Srikandi Pemkab Kendal.

“Dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) semakin mendorong peningkatan keterpaduan dan efisiensi sistem pemerintahan berbasis elektronik secara nasional,” kata Sumrahyadi.

Sumrahyadi mengharapkan semua elemen daerah menggunakan aplikasi Srikandi, agar pengelolaan arsip elektronik yang tercipta secara massif pada sebelum dan yang akan datang, dapat dikelola dengan baik dan tertib.

“Semoga dengan launching aplikasi ini dapat menjadi lompatan besar bagi pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mewujudkan e-Government dan penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik,” ungkapnya.

Pemanfaatan fitur dalam SRIKANDI meliputi Aplikasi yang telah berbasi Cloud disimpan di Pusat Data Nasional sehingga instansi tidak perlu menyediakan infrastruktur sendiri, naskah dinas antar instansi dapat dilakukan secara elektronik setiap saat, pengelolaan naskah dinas sebagai arsip dapat dilakukan lebih cepat oleh unit kerja.(Win)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *