Kecamatan Cepiring Bentuk Isolasi Mandiri Terpusat Gabungan

BOSTHOMSON, KENDAL – Pemerintah Kecamatan Cepiring, melaksanakan Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama para Kepala Desa, di Aula Kecamatan Cepiring, Jumat (30/7/2021).

Acara dihadiri oleh 13 kepala desa atau perwakilan dari 15 desa yang ada di Kecamatan Cepiring.

Camat Cepiring, Heliyudin meminta kepada seluruh Kepala Desa yang ada di wilayahnya, untuk bisa ikut mensosialisasikan program-program dari Pemerintah Kecamatan.

“Kita berikan sosialisasi dan pemahaman kepada warga apa yang menjadi program dari pemerintah, khususnya terkait penanganan Covid dan vaksinasi,” ujarnya.

Heliyudin juga berpesan kepada para kepala desa, untuk bisa menguatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait isolasi mandiri terpusat.

“Jadi, kalau ditemukan warga yang positif setelah di swab antigen, agar mau dirawat di isolasi mandiri terpusat di desanya masing-masing. Kita berikan pendekatan yang humanis, agar warga mau memanfaatkan ruang isolasi mandiri terpusat,” pesannya.

Sementara itu, Danramil Cepiring, Kapten Inf Siswanto, meminta kepada semua Kepala Desa di Kecamatan Cepiring, supaya bisa menguatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait isolasi mandiri terpusat.

“Lebih bagus, warga arahkan untuk isolasi di tempat yang telah disiapkan pemerintah desa. Supaya terpantau. Harus ditekankan edukasinya, jangan sampai terjadi klaster keluarga,” Danramil.

Siswanto juga mengusulkan untuk dubuatkan isolasi mandiri terpusat gabungan yang terdiri dari beberapa desa.

Hal ini menurutnya untuk mempermudah koordinasi. Selain itu, juga bisa meringankan biaya operasional isolasi mandiri terpusat gabungan tersebut.

“Misal ada 15 desa kemudian dibuat tiga tempat isolasi mandiri terpusat dengan masing-masing tiga atau lima desa. Lha tinggal bagaimana pembagiaannya. desa A yang dekat dengan desa B, kita buat sektor,” kata Danramil.

Sementara itu, Kepala Desa Cepiring, Ayek Ahmad memberikan contoh program isolasi mandiri terpusat yang sudah berjalan di desanya.

Menurutnya, untuk ruang isolasi mandiri terpusat, pemerintah desa harus menyediakan tujuh ruangan, yang terdiri dari tiga ruangan laki-laki, tiga ruang perempuan dan satu ruangan untuk cadangan, yang mekanismenya diatur dengan sebuah sistem.

Ayek juga menambahkan, disamping ruangan yang disediakan, juga dibutuhkan koordinasi semua pihak baik dari pihak RT/RW, bidan desa dan pihak puskesmas.

“Di desa kami ada 70 warga yang positif, butuh koordinasi yang baik. Jadi setiap ada warga yang positif semu saling memberikan informasi dan melakukan penanganan. Jadi dengan disiapkannya ruang isolasi di setiap desa, kita bisa meminimalisir kekhawatiran penularan dan munculnya klaster keluarga,” ungkapnya.

Senada diungkapkan Kepala Desa Karangayu, Akhmad Riyadi. Dirinya mengajak seluruh kepala desa di Kecamatan Cepiring, untuk terus mengajak warganya untuk mematuhi prtokol kesehatan

Selain itu, Kades Karangayu juga mengajak masyarakat untuk ikut mensuskeskan vaksinasi.

“Vaksinasi itu adalah program pemerintah. Jadi bapak dan ibu Kades di Kecamatan Cepiring kami minta untuk ikut mensukseskannya. Berikan edukasi dan pemahaman kepada warga secara persuasif dan humanis. Kami siap membantu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cepiring, dr Siti Musli’ah mengapresiasi apa yang menjadi kesepakatan dalam pertemuan ini.

“Kami mendukung program kebijakan yang sudah menjadi kesepakatan dalam pertemuan ini. Yang terpenting komunikasi dan koordinasi bisa sinkron. Baik antara Kades, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua Dusun sampai Ketua RT setempat, terkait adanya informasi adanya warga yang terpapar dan penanganannya,” tuturnya.

Dalam rapat diputuskan, tempat isolasi mandiri terpusat gabungan, sektor 1 dipusatkan di Desa Cepiring dengan gabungan dari Desa Botomulyo, Pandes, Podosari dan Cepiring.

Sektor 2 isoman terpusat di Desa Karangayu dengan gabungan dari Desa Karangsuno, Gondang dan Cepiring.

Untuk sektor 3 dipusatkan di Desa Korowelang, dengan gabungan dari Desa Margorejo, Korowelanganyar, Kalirandugede dan Korowelang.

Sektor terakhir dipusatkan di Desa Sidomulyo dengan gabungan dari Desa Kaliayu, Juwiring, Damarsari dan Sidomulyo.(Hans).