Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Lapas Terbuka Kendal, Jumat (23/4/2021).

Kakanwil Dukung Lapas Terbuka Kendal Sebagai Lapas Produktif Dengan Predikat Wilayah Bebas Korupsi

KENDAL – Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Lapas Terbuka Kendal dalam rangka mendukung Lapas Terbuka Kendal sebagai Lapas Produktif dengan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), , Jumat (23/4/2021).

Dalam laporannya Kepala Lapas Terbuka Kendal, Rusdedy memberikan gambaran kondisi terkini mengenai Lapas yang dipimpinnya.

Mulai dari jumlah pegawai sampai dengan kegiatan pembinaan kemandirian maupun kepribadian yang sedang berjalan.

Rusdedy menyampaikan pada bulan Ramadhan kali ini pihaknya mempunyai beberapa program diantaranya program Pembinaan Akhlak dan Pemberantasan Buta Huruf Alquran.

“Kami mencoba giatkan Ramadhan Camp Pembinaan Akhlak dan Pemberantasan Buta Huruf Alquran. Karena ini yang menjadi sasaran utama kami. Sementara di program pembinaan kemandirian, bidang perikanan, pertanian dan peternakan masih berjalan,” ungkapnya.

Sementara terkait program pembinaan kemandirian Rusdedy pun menjelaskan, beberapa inovasi dan terobosan yang sudah dilakukan.

“Pembinaan Kemandirian akan mengarah ke Integrated Farming, semua kegiatan akan terintegrasi sehigga akan terwujud zero waste,” jelasnya.

Rusdedy mencontohkan, dari hasil pertanian jagung digunakan untuk pakan ternak. Kemudian limbah peternakan digunakan untuk pupuk pertanian, selain itu pada tahun ini Lapas Terbuka Kendal juga sudah membangun pabrik pakan sendiri, sementara untuk mengatasi keterbatasan tenaga, pengolahan lahan bekerjasama dengan petani lokal.

Menanggapi penjelasan Kalapas Terbuka Kendal, Ka Kanwil Kemenkumham Jateng, A Yuspahruddin yang hadir, didampingi oleh Kabag Program dan Humas Kanwil Jateng, mengatakan, diperlukan inovasi dan kreativitas untuk mengelola Lapas yang luas ini.

“Saya apresiasi salah satu bentuk kreativitas yang sudah dilaksanakan Lapas Terbuka Kendal. Seperti bekerjasama dengan petani lokal, kedepan penambahan WBP (warga binaan pemasyarakatan-red) akan segera direalisasikan;” ungkap Yuspahruddin.

Ka Kanwil pun menyempatkan meninjau kawasan pembinaan mulai dari peternakan ayam, kambing, sapi hingga budidaya udang vaname pada kolam bundar di area Lapas Terbuka Kendal.

“Saya akan datangkan tenaga ahli atau konsultan, untuk pengembangan produk dari Lapas terbuka ini. Mulai dari pengawalan, produksi sampai pemasaran. Bahkan nanti produk kita, bisa ekspor ke luar negeri,” pungkasnya.(Win)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *