Kades Pucangrejo Marah di Wilayahnya Diduga Ada Aktivitas “Kencing Solar” Bersubsidi

BOSTHOMSON KENDAL – Kepala Desa Pucangrejo Kecamatan Gemuh, Agus Riyanto merasa geram dengan adanya aktivitas “Menimbun dan Kencing Solar” BBM bersubsidi di wilayah perbatasan Desa Lomansari dan Desa Pucangrejo.

Hal tersebut ditunjukkan dirinya dengan mengerahkan perangkat desa memasang kertas peringatan di lokasi menuju tempat penimbungan dan kencing solar BBM bersubsidi, Jumat (26/11/2021).

Nampak beberapa peringatan yang ditempel bertuliskan “Perhatian, Dilarang Keras, Menimbun atau Kencing Solar BBM Bersubsidi. Bila Melanggar Larangan Ini, Dari Pemdes Tidak Segan-segan Melaporkan Kepada Pihak Berwajib”

Kepala Desa Pucangrejo, Agus Riyanto mengatakan, keputusan untuk menempel peringatan tersebut, akibat keresahan yang selama ini dirasakan warganya.

“Sebelumnya sudah pernah kami minta tidak melakukan aktivitas tersebut disini. Dan waktu itu, yang bersangkutan sudah tidak lagi melakukan di wilayah kami,” terangnya.

Agus mengaku pihaknya tidak main-main dengan masalah ini. Apabila yang bersangkutan masih melakukan “kencing solar” BBM bersubsidi di wilayahnya, dirinya tidak segan-segan melaporkan ke pihak yang berwajib.

“Kami menunggu itikad baik penimbun dan kencing solar subsidi di wilayah kami. Kalau tidak ada itikad baik, maka akan kami laporkan kepada pihak berwajib,” tandasnya.

Sementara menurut pengakuan salah satu warga Desa Pucangrejo, Muh Tarom dari perwakilan pemuda, aktivitas ini jelas meresahkan warga. Karena membawa nama buruk desanya.

“Ini jelas membawa nama baik Desa Pucangrejo jadi buruk. Kami selaku pemuda meminta agar aktivitas penimbunan dan kencing solar ini keluar dari wilayah desa kami,” tandas Tarom.

Ketua RT 03 RW 03, Supriyanto menjelaskan, dulu memang sudah pernah ada aktivitas tersebut. Namun sudah ditutup oleh pihak Pemerintah Desa.

Nah saat ini dirinya mengaku tidak mengetahui jika ada aktivitas lagi. Karena memang lokasi penimbunan dan kencing solar terjadi di wilayah desa Lomansari.

“Lokasi berada di Desa Lomansari tapi akses menuju lokasi berada di Desa Pucangrejo. Jadi kami kurang memperhatikan aktivitas mereka,” ujarnya. (Hans).