Press Release dugaan pungli pelaku juru parkir yang ditangkap polisi di Polres Kendal, Kamis (1/7/2021).

Juru Parkir Ditangkap Usai Lakukan Pungli, Diduga Disetor Ke Oknum Dishub

BOSTHOMSON, KENDAL – Polres Kendal berhasil mengungkap adanya kasus dugaan pungli dan premanisme berkedok juru parkir yang terjadi di di jalur pinggir jalan dari sebelah barat Polsek Weleri sampai dengan perempatan pos lalu lintas Weleri.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto saat Press Release yang dilaksanakan di depan lobby Mapolres Kendal, Kamis (1/7/2021).

Kapolres Kendal mengungkapkan pihaknya telah mengamankan dua orang juru parkir setelah melakukan aksi premanisme dengan menarik uang parkir kepada setiap mobil milik pedagang di Pasar Weleri yang parkir mulai pukul 20.00-07.00 WIB.

“Ini merupakan bentuk gerak cepat Polri setelah menerima laporan dari masyarakat bahwa di jalur pinggir jalan Pantura Weleri karena adanya penarikan tarif parkir yang tidak sewajarnya atau tidak sesuai dengan tarif parkir yang sudah ditentukan oleh pemerintah yakni sebesar Rp 15.000,” jelas Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan Kedua juru parkir yang diamankan adalah Khaerul Saleh (47) warga Desa Karangdowo Weleri dan Widodo Endi Pitoyo (42) warga Plelen Gringing Batang.

“Selain itu, kepada para pengunjung Pasar Weleri yang memarkir kendaraannya, dikenakan tarif Rp 3.000 untuk setiap kendaraan bermotor,”ungkapnya.

Salah satu juru parkir Khaerul Saleh mengaku sudah lama menarik parkir kepada mobil pedagang sayuran yang bongkar di Pasar Weleri sebesar Rp15.000 setiap kendaraan.

“Biasanya saya setor ke Dinas Perhubungan Rp 1.300.000 tiap satu bulan dan saya bekerja sendiri, dan itu resmi,” terangnya.

Sementara itu Bupati Kendal, Dico M Ganinduto yang di temui usai menghadiri acara tasyakuran HUT Bhayangkara ke-75 di Polres Kendal mengatakan akan mendalami dan ikut menelusuri kasus yang diduga melibatkan oknum dari Dishub tersebut.

“Kita kita akan memastikan tidak ada lagi aksi premanisme yang terjadi di Kecamatan Weleri. Dan kalau ada oknum dari pemerintahan yang terlibat akan menerima sanksi sesuai perbuatannya, saya tidak akan membela,” tegas Bupati Dico.(Win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *