Harga Telur Dan Minyak Goreng Curah Naik, Kadisdag Kendal Akan Surati Provinsi

BOSTHOMSON, KENDAL – Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal akan segera mengirimkan surat kepada Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dan Bulog guna melakukan operasi pasar sehingga bisa menekan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok penting (Bapokting) di Kabupaten Kendal.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay menjelaskan ada beberapa bapokting yang harganya meningkat diantaranya harga telur dari Rp 21.500 per kilogram harga Rp 23.000 per kilogram dan minyak goreng curah yang naik dari harga Rp 14.000 menjadi Rp 19.000 per kilogram.

“Kita sudah memantau di lima pasar besar di Kendal, ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga diantaranya harga telur naik sebesar 12 persen , minyak goreng curah naik tiga persen dan ayam ras. Kalau yang lain harganya masih stabil,” jelasnya.

Ferinando mengungkapkan pihaknya telah menyurati Dinas Perdagangan provinsi Jawa Tengah dan Bulog agar segera dilakukan operasi pasar guna menekan kenaikan harga bapokting.

“Melihat kenaikan bapokting ini kami berencana menyurati Dinas Perdagangan dan Bulog provinsi agar melakukan operasi pasar sehingga harga bisa sedikit turun sehingga terjangkau oleh masyarakat,” ungkap Ferinando.

Menurut Feri naiknya harga minyak goreng curah yang terjadi saat ini disebabkan harga sawit dunia yang juga naik.

Sementara itu menurut pengakuan salah seorang pedagang sembako di Pasar Kota Kendal, Supriyadi, kenaikan minyak goreng curah tidak begitu berdampak. Karena saat ini minyak jenis tersebut kurang diminati warga.

Menurutnya para pelanggan terutama pedagang gorengan, lebih memilih minyak goreng kemasan daripada minyak goreng curah.

“Minyak goreng kemasan dijual dengan harga eceran tertinggi Rp 19 ribu per liter, sementara minyak goreng curah bisa lebih murah yakni Rp 19 ribu per kilo. Sebenarnya harga naik. Hanya saja banyak yang memilih minyak goreng kemasan,” ujar Supriyadi. (Win).