Turunnya Harga Telur Ayam Dikeluhkan Peternak, Mastur Darori : Pemerintah Harus Kasih Solusi

BOSTHOMSON, KENDAL – Kabar turunnya harga telur ayam ras di pasaran, dikeluhkan peternak ayam petelur di Kabupaten Kendal. Saat ini harga sudah  berada di kisaran Rp 19 ribu sampai Rp 20  ribu per kilogram.

Angka tersebut anjlok dibanding harga dua minggu lalu yang mencapai Rp 26 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram, sedangkan di tingkat pengecer mencapai Rp 30 ribu per kilogram.

Sementara, dari pantauan, untuk harga telur ayam ras di Pasar Kendal, saat sekitar Rp 25 ribu per kilogram.

Seperti disampaikan Pengusaha sekaligus Peternak Ayam di Sukorejo, Mastur Darori kepada Bosthomsonkendal.com, Selasa (11/1/2022).

Menurut owner Pusaka Group tersebut, jika dihitung harga telur dari peternak hanya  20 ribu per kilogram, maka kalau dibandingkan dengan harga pakan ternak, jelas mengalami kerugian.

“Kami meminta kepada pemerintah, untuk segera mencarikan solusi permasalahan ini. Sehingga para peternak bisa melangsungkan usahanya,” ungkapnya.

Namun menurut Mastur, jika pemerintah tidak segera turun tangan, maka  para peternak kecil akan  gulung tikar, sebab  saat ini para peternak sudah mengurangi populasinya.

“Kami para peternak mengharapkan untuk bisa diberi bantuan harga pakan supaya disubsidi supaya tetap bisa beternak,” ujar Mastur.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan  Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Suwardi sebelumnya, dengan harga telur Rp 20 ribu per kilogram, para peternak ayam petelur  masih  rugi.

Pasalnya, jika dihitung dengan harga pakan ternak, maka dalam satu  kilogram telur, mengalami kerugian  sekitar  empat ribu rupiah.

“Harga pakan ayam saat ini sudah Rp 6.700 sampai Rp 7.200, asumsi hitungan kami, harusnya HPP untuk telur ayam Rp 24.500, tetapi harga jual hanya Rp 20 ribu. Ya kami menanggung kerugian lagi,” jelas Suwardi.

Ditambahkan, akibat anjloknya harga telur ras ini, para peternak ayam petelur di Kabupaten Kendal sudah mengurangi populasinya sekitar 20 persen.

“Bahkan sudah ada beberapa peternak yang gulung tikar, karena tidak mampu lagi hingga menjual semua  ayamnya beserta  kandang ayam  kosong,” imbuh Suwardi.

Untuk itu, dirinya meminta kepada pemerintah, untuk campur tangan, supaya harga pakan ternak bisa ditekan maupun disubsidi.

“Pemerintah wajib hadir, standarkan masalah harga atau subsidi harga pakan ternak. Dengan demikian para peternak ayam tidak merugi dan gulung tikar,” pungkas Suwardi. (Hans).