Empat Pilar Pembangunan Di Kendal Butuh Bantuan Program CSR

BOSTHOMSON, KENDAL – Empat Pilar menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Kendal dalam pembangunan. Hal ini disampaikan oleh Bupati Kendal Dico M. Ganinduto, pada acara CSR Expo 2021, Kamis (16/12/2021) di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal.

Acara yang digelar Pemkab Kendal melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang), dihadiri oleh Ketua Dekranasda Kendal, Wynne Frederica, para Kepala OPD, dan diikuti oleh pimpinan perusahaan, baik dari BUMN, BUMD  dan perusahaan lainnya yang ada di Kabupaten Kendal.

Bupati Kendal mengatakan acara CSR Expo 2021 bertujuan mencari bantuan pendanaan dari pihak swasta untuk program-program pembangunan Kabupaten Kendal yang tidak terakomodir oleh APBD.

“Pemerintah memang harus kreatif dalam mencari pendanaan. Butuh kolaborasi dari berbagai pihak untuk bisa tumbuh di era sekarang ini demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kendal,” ujar Bupati.

Dico menjelaskan pada acara ini juga bertujuan untuk menyatukan visi dan misi. Arah pembangunan kali ini fokus kepada empat pilar pembangunan ekonomi yakni industri, pariwisata, UMKM dan generasi 4.0.

“Kedepan agar tidak punya program sendiri-sendiri sehingga tidak bisa maksimal, jadi harus punya visi misi yang sama. Jadi bisa membantu pemerintah apa yang masih menjadi kekurangan bisa di support dari program CSR. Tentunya yang terpenting adalah dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat dan memberikan manfaat,” tegas Dico.

Bupati Kendal mengunjungi CSR Expo 2021 Kamis (16/12/2021)
Bupati Kendal mengunjungi CSR Expo 2021 Kamis (16/12/2021)

Wakil ketua umum tim Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TPS) pimpinan Bank Jateng Cabang Kendal, Djoko Salbiyanto menerangkan, hampir semua perusahaan di Kabupaten Kendal ikut mensupport kegiatan CSR di Kabupaten Kendal.

Pelaksanaan program kegiatan CSR tiga tahun terakhir yang sudah berjalan melalui berbagai kegiatan di Kabupaten Kendal, yaitu pada tahun 2018 pada tahun 2018 Rp 7.907.393.300, kemudian pada tahun 2019 sebesar Rp 5.903.953.242 dan pada tahun 2020 sebesar Rp 4.581.316.425. Sedangkan di tahun 2021 sebesar Rp 2.678.849.236 namun untuk tahun 2021 ini baru beberapa perusahaan sudah melaporkan sehingga masih menunggu laporan dari perusahaan lainnya paling lambat tiga bulan kedepan,” jelas Djoko.

Pihaknya juga mengatakan, bahwa  dalam menjalan tugas selaku Tim TSP Kendal, masih banyak kekurangan dan belum optimal dalam mengakomodir semua permohonan dari masyarakat, kelompok/organisai yang mengajukan dokumen perhononan pembiayaan dana dari CSR, yang dikarenakan perusahaan mempunyai kebijakan sendiri dalam pelaksanaan tanggungjawab sosial, sehingga program yang dllaksanakan oleh perusahaan belum selaras dengan program pemerintah daerah.

“Kami meyakini juga bahwa perusahaan sudah melaksanakan kewajiban tanggungjawabnya dalam melaksanakan CSR, walaupun masih sebatas di lingkugan usahanya, namun kami juga berharap kedepan, pelaksanaan CSR di Kabupaten Kendal bisa menjangkau lebih luas dan meningkat, serta selaras dengan program pemerintah daerah yang mendukung visi misi Pemerintah Kabupaten Kendal,” pungkasnya. (Win).