Durian “Luna Maya” Darupono Jadi Idola

Nikmati Legitnya Durian “Luna Maya” di Darupono Kaliwungu Selatan

BOSTHOMSON, KENDAL – Jika ingin mencicipi durian yang dikenal dengan sebutan “Luna Maya”, tinggal datang di lapak durian milik Suharto, yang berada di pinggir jalan raya, tepatnya di perempatan Desa Darupono Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.

Lapak tempat Suharto berjualan, hanya berjarak tiga kilometer dari Pasar Gladak Kaliwungu ke arah Boja.

Dalam sehari, dari hasil menjual durian Luna Maya, warga Perumahan Delta Asri, Desa Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan tersebut, mengaku mampu meraup pendapatan hingga mencapai Rp 50 juta.

Sebenarnya, Suharto bukan hanya menjual durian jenis Luna Maya saja. Namun, durian jenis lain seperti Montong, Gulama, Kumbokarno, Widuri, Koplak, Tempuning dan Pelangi.

Dari pantauan, hampir setiap hari lapaknya tak pernah sepi dari penikmat buah durian.

“Banyak warga luar kota seperti dari Magelang, menyempatkan diri untuk mengunjungi lapak saya demi mencicipi nikmat dan legitnya si Luna Maya. Selama ini yang paling laku keras memang jenis Luna Maya. Jenis Montong dan lainnya kalah semua dengan jenis Luna Maya,” ungkap Suharto, saat didatangi di lapaknya, Kamis (18/11/2021).

Meski demikian, dirinya mengaku tetap menjual berbagai jenis durian lainnya. Menurutnya, untuk memenuhi selera setiap pelanggan yang datang ke lapaknya. Karena setiap orang seleranya beda-beda. Ada yang suka manis, ada yang suka manis pahit, manis legit, pulen dan lainnya.

“Jenis durian Luna Maya dari Bali, memiliki tekstur pulen, dengan rasa yang manis serta memiliki warna kuning muda di lapak saya durian ini bak seperti primadona. Durian jenis Luna Maya ini saya jual mulai harga Rp 50ribu-70ribu perbiji tergantung besar kecilnya barang,” papar Suharto.

Sementara untuk durian jenis Montong sendiri masih memiliki jenis yang berbeda. Diantaranya yakni Durian Montong lokal yang dijual mulai harga Rp 90ribu- Rp 130 ribu dengan berat 3,8 -5 kilogram.

“Kalau Montong Manukwari saya jual mulai harga Rp 85 ribu – Rp100 ribu. Sedangkan untuk jenis Montong perkebunan dijual dengan harga tak jauh berbeda namun dengan hitungan kilogram,” imbuh Suharto.

Seiring banyaknya pelanggan, dirinya menyediakan satu truk durian yang berisikan durian sebanyak 3.360 sampai 3.520 buah, habis hanya dalam kurun waktu dua hari di lapaknya berjualan buah.

“Hasil berjualan di lapak saya ini, saya memperoleh pendapatan selain hari Sabtu dan Minggu antara Rp 25 juta hingga Rp 35 juta dalam sehari. Hasil berbeda didapat pada hari Sabtu dan Minggu mencapai Rp 30 juta hingga Rp 50 juta perharinya,” ungkap Suharto.

Selain itu, Suharto juga masih melayani para pedagang yang mengkulak durian di rumahnya. Ia mengaku, omset jualan di rumah dengan dibantu beberapa orang kepercayaan mencapai Rp 5-7 juta perhari.

“Melihat tingginya angka penjualan durian, saya merencanakan di akhir bulan ini akan akan mendatangkan durian yang belum banyak beredar di Kendal, yakni durian pelangi,” tandasnya.

Menurut Suharto, durian jenis ini memiliki warna berbeda. Ada yang orange, merah dan kuning. Untuk rasanya, ia memilih pelanggan untuk langsung mencicipi di lapaknya berjualan. Supaya pelanggan bisa langsung membuktikan rasanya. (Hans).