Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM Di Kendal, Pemerintah Salurkan Pembiayaan Dana KUR

BOSTHOMSON, KENDAL – Untuk Meningkatkan Kesejahateraan UMKM dan Pemulihan Ekonomi pasca pandemi Covid-19 di Kabupaten Kendal, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia menggelar acara Optimalisasi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di hotel Sae Inn Kendal, Selasa (21/12/2021).

Acara yang menggandeng BRI, Mandiri, BNI Bank Jateng, Jamkrindo, dan Askrindo dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Iskandar Simorangkir, Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, Para Pimpinan/Perwakilan dari BUMN maupun BUMD, serta para penerima KUR.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Iskandar Simorangkir mengatakan peranan UMKM dalam pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19 sangat besar sehingga sebagai penopang pemerintah memberikan bantuan pembiayaan KUR bagi UMKM.

“Kita tahu UMKM banyak yang terdampak pandemi Covid-19 ini, padahal sumber pertumbuhan ekonomi kita 61% berasal dari UMKM. Nah maka untuk mendorong bagaimana agar pertumbuhan ekonomi bisa cepat adalah mendorong UMKM dengan pembiayaan KUR,” kata Iskandar.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memperluas sosialisasi kepada pelaku usaha agar bisa memanfaatkan KUR, selain itu juga dilaksanakan sosialisasi secara virtual serta publikasi melalui media cetak maupun elektronik, selain tentunya pamflet-pamflet yang diterbitkan bank penyalur.

“Untuk memperluas penyaluran pembiayaan KUR, calon penerima KUR UMKM ini diberi sosialisasi secara langsung maupun virtual, selain itu presiden juga sudah menetapkan untuk agunan tambahan kalau KUR nya sampai 100 juta tidak perlu agunan rumah atau mobil, itu kemudahannya sehingga bisa memperluar penerima KUR,” jelasnya.

Ketua Komisi XI DPR RI, Dito Ganinduto dalam sambutannya mengatakan penyaluran pembiayaan KUR ini sangat penting di masa pandemi terutama untuk menopang perekonomian. Dimana salah satunya diberikan kepada UMKM.

“Semoga dengan adanya pembiayaan KUR ini UMKM bisa berkembang dengan baik. Dalam masa pandemi Covid-19 ini penyaluran KUR tahun 2021 mencapai Rp 285 triliun dari target sebelumnya dan bunganya hanya 3%,” kata Dito Ganinduto.

Lebih lanjut Dito menjelaskan tercatat sejak Januari hingga 20 Desember 2021 penyaluran pebiayaan KUR di Kabupaten Kendal telah mencapai 1,3 triliun dari 31.355 debitur.

“Terbesar penyalurannya di sektor perdagangan 59,1%, disusul sektor pertanian 21,2% dan jasa lainnya 19,7%. Mudah-mudahan tahun 2022 akan ditingkatkan di Kabupaten Kendal,” imbuhnya.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto saat memberikan sambutan pada acara Optimalisasi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di hotel Sae Inn Kendal, Selasa (21/12/2021)
Bupati Kendal Dico M Ganinduto saat memberikan sambutan pada acara Optimalisasi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di hotel Sae Inn Kendal, Selasa (21/12/2021)

Sementara itu, Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan, Berdasarkan data jumlah UMKM di Kabupaten Kendal kurang lebih ada sebanyak 31.000 UMKM.

“Terdiri dari usaha makro yang sudah terinput ke dalam sistem ODS (Online Data Sistem) ada sebanyak 9.446 UMKM. Kemudian usaha mikro yang diberikan pendampingan kelembagaan dan usaha ada sebanyak 3.029 UMKM dan usaha mikro yang diberikan dukungan fasilitasi pelatihan ada sebanyak 2.561 UMKM,” paparnya.

Menurut Dico, keberadaan UMKM dalam pembangunan sektor perekonomian daerah memiliki peran yang sangat penting, mengingat sebagian besar masyarakat memiliki kegiatan usaha kecil baik di sektor tradisional maupun modern.

“Keberadaan  UMKM dalam pembangunan sektor perekonomian daerah memiliki peran yang sangat penting, mengingat sebagian besar masyarakat memiliki kegiatan usaha kecil baik di sektor tradisional maupun modern. Agar pelaku UMKM tumbuh dan berkembang, diperlukan adanya program permodalan usaha bagi peningkatan akses pasar salah satunya melalui program KUR,” tutur Dico.

Pemerintah terus berupaya untuk konsisten mengembangkan dan mendorong UMKM untuk bangkit dan berkembang di pasca pandemi Covid-19 dan di era digitalisasi sekarang ini.

“Kami akan terus memaksimalkan peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu UMKM pada masa pandemi Covid-19 yang belum usai ini, dan ke depannya agar bisa naik kelas serta go digital atau go Internasional,” tutup Bupati.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyaluran KUR dan CSR kepada pelaku UMKM dan Forum UMKM di Kabupaten Kendal. (Win)