Penggalian Bangunan Candi Boto Tumpang di Dusun boto Tumpang Desa Karangsari Kecamatan Rowosari, Rabu (21/04/20121)

Ditemukan Bangunan Candi Di Kecamatan Rowosari, Diduga Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

KENDAL – Dua bangunan candi yang diduga merupakan peninggalan Hindu-Budha era 630 Masehi atau abad ke-7 sebelum Kerajaan Mataram Kuno ditemukan terpendam dalam tanah di pekarangan rumah warga Dusun Boto Tumpang Desa Karangsari, Kecamatan Rowosari setelah adanya penggalian yang dilakukan oleh Tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas).

Menurut Agustijanto Indrajaja Ketua penelitian Puslitarkenas mengatakan kedua candi tersebut ditemukan pada 2018 lalu. Ia bersama tim awalnya melakukan pencarian dan penelitian peninggalan Hindu-Budha di sepanjang pantai utara Jawa Tengah dari Kabupaten Brebes hingga Rembang.

“Berdasarkan tema besar itu, kami ingin tahu bagaimana pengaruh Hindu-Budha di Jateng. Caranya survei dan menentukan beberapa lokasi yang diduga kuat terdapat peningggalan budaya. Pada 2018 mulai masuk di Kendal dan menemukan dua lokasi berjarak 200 meter,” ujuar Agus, Rabu (21/4/2021).

Agus mengatakan pihaknya telah melakukan penggalian pada 2019 silam namun adanya pandemi Covid-19 maka penggalian tersebut dihentikan. Kini bangunan candi berupa tumpukan batu bata (boto tumpang) dengan luas perkiraan 24×24 meter persegi dan ketinggian mencapai 3-4 meter persegi dan ketinggian mencapai 3-4 meter kembali mulai dilakukan penggalian lagi pada 7-26 April, namun hingga kini belum ditemukan beberapa ikon petunjuk seperti archa atau prasasti yang digunakan pada masanya untuk memperkirakan kepercayaan yang dianut masyarakat sekitar candi.

Agustijanto berencana akan mengajak Pemerintah Kabupaten Kendal untuk bersama-sama melestarikan peninggalan sejarah  serta berbicara terkait pentingnya nilai kontruksi sejarah nasional, aset daerah, hingga pendidikan ilmu pengetahuan.

“Harapan ini bisa dipugar dan dilestarikan, bisa dibuat wisata budaya. Yang unik ini candi pra Mataram. Candi ini pada periode pemakaiannya sebagai tempat stupa pemujaan pada zamanya. Hanya saja, saat ini masih terkendala penggalian karena banyaknya air yang muncul, sedikit-sedikit,” ungkapnya.

Sementara itu Suprabowo (57) mengatakan, awal mula penemuan bangunan candi yakni saat ia menggali pekarangan depan rumahnya untuk tempat pembuangan sampah sedalam 1 meter. Akan tetapi  ia justru menemukan batu bata yang tertata rapi sehingga ia tidak berani meneruskan penggalian.

“Gak saya teruskan karena ada cerita ada bangunan mau dibuat masjid jaman dulu yang terpendam tanah,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya penemuan bangunan sejarah ini bisa dikembangkan oleh pemerintah daerah agar menjadi tempat wisata sejarah baru di Kendal. Guna meningkatkan pendapatan warga sekitar agar perekonomian masyarakat Karangsari meningkat.(Win)