Dirut BPR BKK Kendal : Situasi Pandemi Harus Pintar Mengelola Keuangan

BOSTHOMSON, KENDAL – Direktur Utama PT BPR BKK (perseroda) Kabupaten Kendal, Akhmad Mundolin menjadi Narasumber pada acara webinar Influencer Finansial bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Kamis (19/8/2021).

Webinar yang digelar Pemerintah Kabupaten Kendal tersebut mengambil tema ,Cara Mengatur Keuangan Untuk Bisa Bertahan di Masa Pandemi Covid-1.

Dalam pemaparan materinya Mundolin memberikan tips cara pengelolaan keuangan, di tengah masa pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM ini.

Yang pertama adalah menetapkan tujuan yang dapat dicapai, sebelum melakukan pengelolaan keuangan. Karena ini bisa menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri, untuk dapat menaklukkan tujuan di masa depan.

Selanjutnya, mencatat transaksi keuangan yang dilakukan. Saat ini banyak orang yang melakukan transaksi secara online atau non tunai.

“Dalam hal ini kita perlu waspada, terhadap biaya yang kita keluarkan untuk mengisi ulang dompet elektronik dan belanja online kita. Karena mungkin kita tidak langsung belanja dalam jumlah besar. Namun karena sering jadi pengeluaran yang besar,” papar Mundolin.

Setelah itu, perlu dilakukan peninjauan kembali dan tentukan mana aktivitas keuangan yang penting dan mana yang merupakan pemborosan. Kemudian, menetapkan anggaran pengeluaran untuk semua biaya yang akan dikeluarkan.

“Anggaran ini termasuk biaya belanja bulanan, bayar listrik, PAM, pulsa, internet dan kebutuhan lain yang kita perlukan. Usahakan tidak mengeluarkan anggaran yang sudah kita tentukan,” ujar Mundolin.

Untuk mengurangi pengeluaran biaya di masa pandemi, mungkin ini yang juga penting, yakni makan di rumah saja. Misalnya dengan belanja bahan kebutuhan pokok mentah yang harganya relatif murah, untuk dimasak sendiri di rumah.

Mundolin menambahkan, selama pandemi, banyak masyarakat melakukan aktivitas di rumah. Hal ini yang mengakibatkan banyak orang melakukan transaksi atau  belanja secara online.

“Apalagi saat ini banyak tawaran diskon menggiurkan untuk produk-produk tertentu yang ditawarkan. Kita harus cermat, jangan sampai kita tergiur dan membeli barang yang sebenarnya tidak begitu kita butuhkan,” tambahnya.

Mundolin juga menyarankan, di masa pandemi ini, masyarakat bisa memulai bisnis sampingan. Karena ini salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan.

“Jika kita suka memasak, bisa menjual masakan kita. Atau jika bisa membuat kerajinan, kita juga bisa menjualnya. Pilihan lain mungkin kita bisa menjual layanan freelance seperti menulis, mengedit, konsultasi, disain grafis dan lain lain,” sarannya.

Mundolin menambahkan, situasi darurat bisa terjadi kapan saja, tanpa diprediksi waktunya, salah satunya mewabahnya virus Corona. Bila itu terjadi tentunya akan mengganggu keadaan dan pengelolaan keuangan baik pribadi maupun keluarga.

“Situasi darurat seperti, pemutusan hubungan kerja, kecelakaan, penyakit, serta musibah seperti kebakaran atau gempa. Dapat terjadi kapan saja dan itu pasti mengganggu keuangan kita,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya menyebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan, salah satunya dengan menghindari terjadinya situasi darurat yang dapat mengganggu dan mengancam pencapaian keuangan masa depan.

Selain itu langkah lain dengan membangun dana darurat sebesar minimal tiga sampai enam kali biaya kehidupan bulanan.

“Siapkan dalam bentuk dana yang liquid atau mudah dicairkan, seperti logam mulia dan deposito bulanan,” imbuh Mundolin.

Namun, lanjutnya, beberapa situasi darurat memerlukan dana yang relatif besar. Bahkan seringkali dana darurat yang dibangun tidak mencukupi, jika untuk membayar setiap keadaan darurat tersebut.

“Lindungi keamanan keuangan kita akibat situasi darurat yang berdampak besar, caranya dengan proteksi asuransi,” pungkas Mundolin. (Win).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *