Dinkes Kendal Gelar Seminar, “Bagaimana Menghasilan Madu Yang Aman Dan Berkualias”

BOSTHOMSON, KENDAL – Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal menyelenggarakan seminar keamanan pangan dengan tema “Bagaimana Menghasilkan Produk Madu yang Aman dan Berkualitas” di hotel Sae Inn Kendal, Kamis (16/9/2021).

Seminar yang diikuti oleh peternak madu, produsen, dan distributor tersebut dibuka oleh Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Prihartini dan dipandu oleh moderator Hadi Lestianto serta mendatangkan narasumber dari Balai Besar Pom Semarang dan Praktisi Madu Kendal.

Narasumber Maya Damayanti menjelaskan dalam melakukan pengawasan agar bisa menghasilkan suatu produk atau madu yang baik terdiri dari tiga pilar, yakni pemerintah, pelaku usaha dan maayarakat.

“Untuk menghasilkan suatu produk yang baik bukan hanya menjadi ranah badan Pom saja tetapi perlu adanya tiga pilar yaitu dari pemerintah melakukan pengawasan yang komperehensif, kemudian pelaku usaha yang menjamin produk yang diproduksi. Selanjutnya masyarakat sebagai konsumen yang cerdas,” paparnya.

Maya menuturkan pengelolaan madu standar disusun berdasarkan perkembangan keragaman produksi mutu nasional yang meliputi madu hutan, madu budi daya dan madu lebah tanpa sengat (trigonal). Dan tertuang dalam Peraturan BPOM nomor 34 tahun 2019.

“Ketiganya merupakan cairan alami yang umumnya mempunyai rasa manis, yang dihasilkan oleh lebah liar, lebah budi daya dan lebah tanpa sengat, dari sari bunga tanaman (floral nektar) atau bagian lain dari tanaman (ekstra floral),” tutur Maya.

Sementara itu narasumber berikutnya Khafid Sirotudin mengungkapkan tingkat konsumsi madu di Indonesia masih rendah karena madu dianggap sebagai asupan suplemen dan masih rendahnya pengetahuan terkait madu, serta tingkat kemakmuran masyarakat dan daya beli masyarakat yang belum tinggi.

“Selain itu produksi madu d Indonesia juga belum tinggi dan maraknya madu SOS (sirupan-oplosan-sintesis), sehingga sosialisasi dan pembinaan kepada peternak dan pembudi daya lebah sangat diperlukan,” papar Khafid.

Praktisi Madu Klanceng sekaligus Pemerhati Pangan dan Founder Hibtaki asal Weleri tersebut mengatakan selain itu masih minimnya fasilitasi, pelatihan dan pendampingan kepada peternak lebah madu. Serta lemahnya penegak hukum dalam pemberantasan pemalsuan dan penipuan berkedok madu klanceng.

“Adanya oknum perusahaan koperasi yang melakukan mal praktik bisnis investasi berkedok budi daya klanceng yang telah tertangkap. Jadi saya menekankan produsen harus jujur dalam memproduksi madu agar menghasilan madu yang aman berkualitas,” ungkapnya.

Menurut Khafid banyak manfaat yang terkandung di dalam madu murni/asli, diharapkan masyarakan membiasakan minum madu minimal satu sendok makan setiap hari, terutama untuk menjaga imunitas tubuh di masa pandemi saat ini.(Win).