Dinilai Peternak Ayam Terbaik, Mastur Darori Terima Penghargaan Leprid

BOSTHOMSON, KENDAL – Siapa sangka Tokoh Masyarakat sekaligus Pengusaha dan Peternak Ayam Petelur di Sukorejo Kabupaten Kendal, Raden Mastur Darori, ibundanya pernah mendapatkan penghargaan berupa Piala dari Presiden RI era Soeharto.

Piala dan Penghargaan diserahkan oleh Presiden RI kedua tersebut, atas prestasi Hj Farida, sebagai juara pertama Lomba Peternak Ayam Terbaik tahun 1991.

Kini penghargaan tersebut tercatat dalam Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), dengan nomor urut 675.

Penghargaan berupa piagam, medali dan piala diserahkan langsung oleh Ketua Umum sekaligus pendiri Leprid, Paulus Pangka kepada Mastur Darori didampingi sang istri, di Sukorejo, Sabtu (6/11/2021).

Mastur Darori bersama istri berfoto bersama Paulus Pangka usai menerima penghargaan dari Leprid
Mastur Darori bersama istri berfoto bersama Paulus Pangka usai menerima penghargaan dari Leprid

Paulus mengatakan, penghargaan diberikan, atas kinerja dan prestasi Mastur Darori dan keluarga, dalam mengembangkan usaha ternak ayam petelur di Sukorejo, Kendal.

“Prestasi ini, sungguh luar biasa. Ini juga bisa menjadi inspirasi bagi peternak ayam petelur lain dan masyarakat Kabupaten Kendal. Dengan penghargaan ini diharapkan, pemerintah daerah bisa berkolaborasi dan bersinergi dalam bidang peternakan. Khususnya ayam petelur,” ungkap Paulus Pangka.

Sementara itu Raden Mastur Darori usai menerima penghargaan dari Leprid mengaku, penghargaan yang diterima pada tahun 1991 tersebut diberikan oleh Presiden Kedua RI, Soeharto kepada ibundanya, Hj Farida.

“Sudah 30 tahun lalu orang tua saya mengembangkan usaha ternak ayam petelur di wilayah Sukorejo Kabupaten Kendal,” ujarnya.

Dalam perkembangannya, sebagai penerus, dirinya dinilai mampu menjalankan bisnis turun temurun tersebut hingga menjadi peternak terbaik.

“Hari ini di Sukorejo, saya mendapatkan penghargaan sebagai penerus usaha ayam petelur yang berprestasi dari Pak Paulus Pangka Ketua Umum Leprid,” ungkapnya.

Mastur mengungkapkan, hingga saat ini peternak ayam masih eksis. Meski beberapa waktu lalu harga telur sempat anjlok hingga mencapai Rp 14 ribu.

“Maka ada pengurangan populasi, yakni ayam yang usia diatas 36 hari diafkir,” ujar Mastur.

Menurutnya, penghargaan kepada dirinya ini sebagai peternak terbaik pertama di Jawa Tengah. Jadi penghargaan ini untuk perorangan, dan buka kelompok peternak ayam petelur. (Hans).