Demi Mendapatkan Solar Bersubsidi, Nelayan Gempolsewu Rela Mengantre Sejak Subuh

BOSTHOMSON, KENDAL – Keterbatasan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi dari Pemerintah Pusat membuat para nelayan yang harus rela mengantre untuk mendapatkan solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Desa Gempolsewu, langsung ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Kendal.

BBM solar subsidi ini sangat dibutuhkan untuk pengisian bahan bakar kapal yang digunakan melaut oleh masyarakat Desa Gempolsewu yang mayoritas adalah nelayan.

Kepala Desa Gempolsewu Charmadi mengatakan , 80% warga Gempolsewu berprofesi nelayan sehingga otomatis bahan bakar solar merupakan kebutuhan yang sangat vital.

“Setiap hari kita membutuhkan sekitar 90.000 liter setiap harinya, untuk kebutuhan bahan bakar kapal, belum lagi warga dari desa lain yang ikut mengantre jadi secara estimaai pasokan di SPBN Tawang kurang, ” katanya Selasa (10/8/2021).

Untuk itu dirinya berharap kepada Pemerintah melalui dinas terkait, agar pasokan solar bisa tercukupi, sesuai hitungan yang ia ajukan.

“Estimasinya, satu perahu dengan tiga mesin itu idealnya membutuhkan 60 liter, karena satu mesin saja butuh 20 liter solar. Lha 60 liter kalau dikalikan 1.500 perahu itu kan butuh 90.000 liter,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pengantre solar, Anna (36) warga Desa Gempolsewu mengaku, dirinya antri sudah sejak dari jam 3.00 pagi.

Ini ia lakukan, demi mendapatkan 40 liter solar. Hingga pukul 11.00 lebih, dirinya belum juga mendapatkan solar.

“Karena solar langka, dalam satu bulan, suami saya baru berangkat melaut tiga kali. Bagi kami solar itu kebutuhan pokok setelah beras. Untuk itu, kami mohon kepada pemerintah untuk mencukupi,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kendal akan mencari  solusi yang terbaik untuk meringankan beban para nelayan agar persoalan ini dapat segera teratasi.

“Terkait dengan keterbatasan subsidi Solar, kami akan menyampaikannya kepada pihak BPH Migas dan meminta agar kuota untuk Kendal bisa ditambah sesuai dengan kebutuhan para nelayan di Kabupaten Kendal,” ucapnya. (Win).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *