Dandim 0715/Kendal Berikan Pembinaan Wawasan Kebangsaan Kepada Mahasiswa

BOSTHOMSON, KENDAL – Kodim 0715/Kendal menggelar kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan dengan tema “Memperkokoh Nilai Dan Karakter Nasionalisme Di Kalangan Mahasiswa” di Kampus Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Desa Mororejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal, Sabtu (5/2/2022).

Kegiatan yang diikuti 247 mahasiswa Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Desa Mororejo tersebut, dihadiri oleh Dandim 0715/Kendal Letkol inf Misael Marthen Jenry Polii, Kasdim 0715/ kemdal Mayor inf Sukamto, Pasiter Lettu inf Nurwanto, Pasiops Letda M Toha, dan beberapa dosen Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu.

Dandim 0715/ kendal Letkol inf Misael Marthen Jenry Polii mengatakan,
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pembinaan akan pentingnya nilai dan karakter kebangsaan dikalangan mahasiswa. Sehingga dapat menumbuhkan

“Kegiatan wawasan kebangsaan ini sangat bermanfaat sekali untuk para mahasiswa, terutama untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan mampu bekerja sama diantara satu dengan yang lainnya,” ujar Dandim.

Selain itu menurut Jenry, pembinaan wawasan kebangsaan ini perlu dilakukan, karena mahasiswa datang dari berbagai daerah.

“Untuk itu perlu adanya sosialisasi yang baik antar mahasiswa saat berada di kampus, asrama, bahkan lingkungan masyarakat. Sehingga perilaku mereka dapat mencerminkan wawasan kebangsaan,” jelas Jenry.

Ditambahkan, wawasan kebangsaan sebenarnya telah dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Baik di masyarakat maupun di lingkungan pendidikan.

“Kami berharap, kerjasama Politeknik dengan Pemerintah kota Kendal melalui Kodim 0715 / Kendal  dapat ditingkatkan. Diharapkan pula mahasiswa menjadi penggerak, dan lebih memahami tentang wawasan kebangsaan, bela negara serta ideologi, sehingga nantinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-sehari,” imbuh Jenry.

Dandim menegaskan, kondisi bangsa saat ini adalah belum semua mahasiswa paham wawasan kebangsaan.

Menurutnya, Idealisme yang sempit cenderung mementingkan kelompok, golongan dan bersifat kedaerahan, suka meniru budaya asing tanpa menyaring terlebih dahulu, isu sara sering menjadi pemicu kerusuhan sosial.

Oleh karena itu keberadaan Karakter Bangsa sebagai landasan konsepsional pemersatu bangsa sangatlah penting.

“Karakter bangsa merupakan upaya untuk membentuk seseorang menjadi pribadi yang sesuai dengan karakter bangsa dengan mencintai negaranya sendiri Pembinaanya dimulai dari karakternya sendiri dan karakter mahasiswa sangatlah penting untuk menjadikan seorang pemimpin bangsa yang baik dan berbudi luhur serta sesuai dengan Pancasila,” ungkap Jenry.

Dandim memaparkan, beberapa postulat pancasila yaitu Pancasila  merupakan pandangan filsafat bangsa indonesia yg berisi konsep, prinsip dan nilai yang dijadikan pedoman bangsa Indonesia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pancasila berfungsi sebagai dasar negara, ideologi, pandangan hidup berbagai proposisi yang lebih pragmatik,” paparnya.

Selain itu, Pancasila  menjadi paradigma dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, harus mampu dan ikut serta dalam meningkatkan kualitas bela negara.

“Baik sikap maupun perilaku sehingga dapat meningkatkan kecintaan kepada bangsa dan negara seperti kita ketahui bersama bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab TNI/Polri saja melainkan tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia,” tutup Dandim. (Hans)