Pemkab Kendal Garap Serius Pariwisata Bertumbuh, Daya Saing dan Kelanjutan

* 4 Model Pengembangan Wilayah Wisata Potensi Daerah
KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal akan menggarap serius pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi. Yakni dengan vision “Kendal sebagai destinasi pariwisata yang bertumbuh, berdaya saing dan berkelanjutan.” Ada empat model pengembangan kawasan pariwisata yang menjadi konsep visi pariwisata Kendal 2021-2026. Yakni sports tourism, culture ands heritage tourism, edu tourism dan sepiritual tourism. Empat model ini akan menjadi program wisata prioritas dengan melihat potensi alam, keberadaan UMKM, dan desa wisatanya yang selama ini dimiliki atau menjadi aset dari Pemerintah Daerah Kabupten Kendal.

“Visioning pariwisata sudah kita lakukan. Bahkan menggunakan konsultan yang berpengalaman dan juga bekerjasama dengan beberapa pemerintah daerah lainnya maupun pemerintah pusat. Visioning ini adalah langkah awal kita dalam rangka untuk meningkatkan pariwisarta yang ada di Kendal,” kata Bupati Kendal Dico M Ganinduto, kemarin.

Dico mengungkapkan, bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal juga sudah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait dengan Rencana Induk Pariwisata (RIP) yang kini tengah menjadi pembahasan. Dengan adanya Perda tersbut nantinya menjadi harapan besar dengan memunculkan kebijakan-kebjakan yang dapat mengembangkan pariwisata di Kendal. Sehingga itu Pemkab juga akan meningkatkan lagi jalinan kerjasama (kolaborasi,red) dengan pihak swasta maupun pihak lainnya.

“Dalam mewujudkan visi misi ini harus gotong rotong. Seluruh OPD punya visi misi yang sama dalam rangka meningkatkan pariwisata. Sehingga tidak bisa sendiri-sendiri, pariwisata dan industri serta UMKM sendiri. Semua harus bersama-sama,” ungkapnya.

Dico menyatakan, secara visioning Pemkab sudah melakukannya. Sehingga langkah selanjutnya adalah menyelesaikan semua kebjakan-kebijakan dan mempersiapkan destinasi pariwisata yang menjadi prioritas yang akan dikembangkan. Bupati mengklaim sudah ada beberapa kawasan wisata yang dalam waktu dekat ini akan dikembangkannya. Bahkan untuk membangkitkan pariwisata Pemkab juga akan berkolaborasi dengan obyek wisata yang dikelola oleh pihak sawasta. Seperti keberadaan wisata berkuda Santosa Stable di Desa Leban, Kecamatan Boja, berpotensi untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut dengan melibatkan atau jalinan kerjasama dengan pemerintah desa setempat.

“Pemiliknya wisata berkuda ini sudah berkolaborasi dengan pemerintah desa. Pemerintah daerah akan suport infsrastrukturnya. Kita akan bantu juga dalam meningkatkan gelora pariwisata di Kendal. Masih di wilayah atas tersebut, ada kebun teh Medini Limbangan, potensi alamnya luar biasa, ini bisa jadi wisata terintegrasi dengan Santosa Stable Boja. Saya sudah silaturahi ke Pangdam kulak nuwun meminta ijinnya. Untuk menjadikan wisata terintegrasi kita sudah siapkan konsepnya,” tandasnya.

Dico menambahkan, dalam mengembangkan pariwisata ini salah satunya fokus pemerintah adalah meningkatkan UMKM. Ia meminta setiap paeiwisata nantinya harus memfasilitasi pelaku UMKM untuk menjual produknya. Pemkab sudah mempersiapkan program programnya. Selain itu juga akan mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk meningkatkan UMKM di Kabupaten Kendal untuk bisa menjadi pendongkrak ekonomi.
Dengan visi “Kendal sebagai destinasi pariwisata yang bertumbuh, berdaya saing dan berkelanjutan”, Dico juga akan menjadikan obyek wisata berada di bawah pengelolaan Pemkab bankit di tengah pandemi Covid-19. Sebab sumber daya alam yang selama ini menjadi destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah tak kalah daya tariknya dengan wisata yang dikelola oleh pihak swasta, baik yang berada di wilayah atas maupun bawah, seperti wisata Curug Sewu Sukorejo dan wisata pantai Sekucing dan pantai lainya.

“Kita akan kolaborasi dengan pihak ketiga atau pihak swasrta, dan sudah ada yang tertarik untuk mengembangkan wisata Curug Sewu dan Kolam Renang Boja. Kita akan dorong juga agar bisa pararel dan semua pariwisatanya maju. Promosinya juga kita lakukan lewat digital. Kita akan konsepkan marketingnya sehingga akan berbanding lurus nantinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disporapar Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, jajaran beserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah akan terus bergerak, bersinergi wujudkan program pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi melalui empat model yang menjadi gagasanya. salah satunya seperti Quick Wins Sports Tourism. Dengan melihat layanan dasar yang relevan dengan pariwisata maka akan nantinya aka memperkuat integrasi sektor pariwisata dengan sektor unggulan lainnya dan perluanya memperkuat koordinasi antar dinas melalui satuan koodinasi, serta memperkuat koordinasi antar stakeholder melalui pembentukan tourism board yang terdiri dari pentahelix.

“Yang tak kalah pentingya menyusun SOP layanan di semua lini titik sentuh wisatawan yang meliputi atraksi, daerah tempat wisata (DTW), hotel, transportasi dan lainnya,” katanya.

Wahyu menyatakan, dari segi ekonomi lokal, dengan pengembangan kawasan witasa terintegrasi tersebut nantinya diharapkan akan ada peningkatan jumlah UMKM yang bergerak di sektor pariwisata sebesar 30 persen, dan jumlah SDM pariwisata yang tersertifikasi sebesar 50 persen, serta setiap desa mampu memunculkan satu produk unggulan khas yang memiliki daya saing. Untuk akses permodalan dapat bekerjasama dengan bank daerah atau lembaga pendanaan lainya.

“Untuk social equity, mewajibkan pelaku usaha menggunakan minimum 60 persen tenaga kerja berasal dari Kendal. Dengan sumber daya alam yang ada, Kendal punya destinasi unggulan yang siap di tawarkan kepada para investor. Katalog investasi pariwisata terpadu dan informasi alur perijinan dan infestasi juga kami persiapkan,” ucapnya. (Win/zhf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *